ASAMMANIS.NEWS – Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) mempercepat dan memaksimalkan proses pemulihan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera pascagangguan yang menyebabkan pemadaman di sejumlah daerah pada Jumat (23/5). Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas masyarakat dan roda perekonomian dapat segera kembali normal.
Kementerian ESDM bersama PT PLN (Persero) hingga kini terus melakukan koordinasi intensif guna menangani gangguan sistem kelistrikan yang berdampak luas di sebagian wilayah Sumatera.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot, mengatakan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap insiden pemadaman tersebut karena berdampak langsung terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat,” ujar Yuliot di Jakarta, Sabtu (24/5).
Ia menjelaskan, sejak awal gangguan terjadi, Kementerian ESDM bersama Kementerian Sekretariat Negara dan PLN terus memantau perkembangan kondisi sistem kelistrikan secara intensif.
Menurut Yuliot, pemerintah juga akan memastikan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab utama gangguan sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan untuk melakukan evaluasi dan investigasi lebih mendalam.
“Pada tahap awal pasca pemadaman meluas, kami telah mengerahkan tim inspektur ketenagalistrikan dan investigasi akan terus diperkuat untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Tri.
Selain fokus pada pemulihan sistem, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga memberikan arahan agar PLN memperkuat backbone sistem kelistrikan Sumatera melalui pembangunan pembangkit serta jaringan transmisi 500 kV dan 275 kV. PLN juga diminta menyiapkan infrastruktur blackstart guna mempercepat pemulihan apabila terjadi gangguan besar pada sistem kelistrikan.
Tri menambahkan, pemerintah turut mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik di wilayah Sumatera bagian barat guna memperkuat keandalan pasokan energi di kawasan tersebut.
Di sisi lain, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. Ia memastikan seluruh personel PLN telah bergerak cepat untuk melakukan pemulihan sistem secara bertahap dan terkoordinasi.
“Seluruh personel kami langsung melakukan asesmen, pemulihan sistem transmisi dan gardu induk, serta penormalan pembangkit secara bertahap,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan.
PLN mengungkapkan indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhi faktor cuaca. Gangguan tersebut kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatera dan berdampak pada sejumlah pembangkit di berbagai wilayah.
Hingga Sabtu (24/5) pukul 19.00 WIB, proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan. Dari total 13,1 juta pelanggan terdampak, lebih dari 8,5 juta pelanggan telah kembali menikmati aliran listrik.
Selain itu, beban sistem yang berhasil dipulihkan telah mencapai 3.431,21 MW dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Seluruh gardu induk terdampak, sebanyak 176 unit, juga dilaporkan telah kembali beroperasi.
Darmawan menambahkan, proses penormalan pembangkit masih terus berlangsung, terutama pada pembangkit berbasis batu bara yang memerlukan waktu sinkronisasi lebih panjang.
PLN memastikan secara umum pasokan daya pada Sistem Sumatera dalam kondisi mencukupi dan gangguan yang terjadi lebih berkaitan dengan sistem penyaluran tenaga listrik. (AM.N-SBR)



















