ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PAN Daerah Pemilihan Maluku, Widya Pratiwi Murad, menaruh perhatian serius terhadap isu kekerasan terhadap anak dan perempuan. Sikap tersebut ditegaskan melalui pernyataannya terkait dugaan kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta.
Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Senin (27/4/2026), Widya menyampaikan bahwa Komisi III DPR RI mengecam keras dugaan kekerasan terhadap puluhan anak di tempat penitipan tersebut.
“Anak-anak harus mendapat perlindungan dan rasa aman, bukan justru menjadi korban kekerasan,” ujar Widya dalam pernyataannya.
Ia menegaskan, pihaknya mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional, serta menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab. Selain itu, perlindungan terhadap seluruh korban juga harus menjadi prioritas.
Menurut Widya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab negara yang tidak bisa ditawar. Anak-anak dinilai sebagai kelompok paling rentan yang wajib dijamin keamanannya dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis.
“Tempat penitipan anak seharusnya menjadi ruang yang aman, bukan justru menjadi tempat terjadinya tindakan yang mencederai masa depan anak-anak Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa informasi yang beredar menyebutkan sebanyak 53 anak diduga menjadi korban dalam kasus tersebut. Kondisi ini dinilai sangat serius karena menyangkut keselamatan anak-anak yang berada dalam lingkungan pengasuhan yang dipercayakan oleh orang tua.
Widya juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak pengelola daycare.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat segera ditangani secara menyeluruh guna memastikan keadilan bagi para korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. AM.N-SBR


















