ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Setelah delapan tahun menanti, Kota Ambon kembali mengukir prestasi di panggung nasional. Kali ini, penghargaan tertinggi negara di bidang lingkungan hidup berhasil dibawa pulang melalui sosok pegiat lingkungan asal Ambon, Wutmaili Romuty, yang menerima Penghargaan Kalpataru Kategori Lestari Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/6/2026). Capaian ini sekaligus menandai kembalinya nama Ambon dalam daftar penerima penghargaan lingkungan nasional setelah delapan tahun.
Wutmaili Romuty menerima penghargaan secara langsung didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Apries B. Gaspersz. Penghargaan Kalpataru Kategori Lestari diberikan kepada individu yang dinilai menunjukkan dedikasi, konsistensi, serta dampak nyata dalam menjaga dan menggerakkan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi personal, tetapi menjadi simbol bahwa gerakan menjaga lingkungan yang lahir dari masyarakat mampu mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Selama ini, Wutmaili dikenal aktif mengembangkan berbagai gerakan edukasi dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di Ambon. Sejumlah inovasi yang dibangunnya diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Pemerintah Kota Ambon menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai penghargaan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, komunitas lingkungan, dan pemerintah mampu menghasilkan perubahan nyata.
Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, menegaskan bahwa penghargaan ini harus menjadi energi baru bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kesadaran menjaga kebersihan, mengurangi pencemaran, serta merawat ekosistem kota secara berkelanjutan.
Momentum Kalpataru 2026 juga menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya agenda seremonial, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi berikutnya.
Prestasi Wutmaili Romuty membuktikan satu hal: perubahan besar tidak selalu lahir dari langkah besar, tetapi dari kepedulian yang dijaga secara konsisten dan diwujudkan dalam tindakan nyata. (AM.N-MS)
















