ASAMMANIS.NEWS – NAGEKEO – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong Pemerintah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkuat penerapan tata ruang berbasis risiko bencana dalam setiap pembangunan daerah.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat wilayah Nagekeo memiliki potensi bencana, antara lain gempa bumi, tanah longsor, dan banjir. Karena itu, aspek kebencanaan perlu menjadi pertimbangan sejak tahap perencanaan, termasuk dalam menentukan lokasi, bentuk, hingga konstruksi bangunan.
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM, Rudy Sufahriadi, mengatakan kondisi wilayah Nagekeo yang memiliki tingkat kerawanan bencana harus menjadi perhatian pemerintah maupun masyarakat.
Menurutnya, pembangunan di wilayah rawan bencana perlu disesuaikan dengan karakteristik geologi dan potensi ancaman di masing-masing kawasan.
“Jadi bentuk bangunan, bentuk apa pun juga harus tahu karena rawan bencana. Kekuatan harus lebih berbeda dari tempat yang lain,” ujar Rudy seusai menyerahkan bantuan bingkisan dan memberikan layanan pengobatan gratis kepada masyarakat terdampak gempa di Kantor Bupati Nagekeo, Kamis (1/10/2026).
Rudy mengatakan, Kementerian ESDM melalui Badan Geologi akan memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo mengenai kawasan yang memiliki tingkat kerawanan bencana, lokasi yang perlu dipertimbangkan untuk relokasi, serta wilayah yang relatif aman untuk pembangunan.
“Mana yang rawan bencana, mana yang harus direlokasi, mana tempat yang aman, tata ruangnya akan dihitung lagi. Nanti akan diberikan masukan ke Pak Bupati dalam waktu dekat,” katanya.
Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi salah satu dasar bagi Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam melakukan penataan ruang dan menentukan arah pembangunan daerah.
Dengan memasukkan aspek kebencanaan sejak tahap perencanaan, potensi kerusakan bangunan serta risiko terhadap keselamatan masyarakat diharapkan dapat diminimalkan.
Nagekeo Miliki Potensi Berbagai Jenis Bencana
Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, mengatakan kondisi geografis daerahnya memang memiliki potensi terhadap berbagai jenis bencana.
Ia menyebut, dari 14 kategori bencana, terdapat 10 kategori yang berpotensi terjadi di wilayah Nagekeo.
“Artinya saya mau katakan bahwa Nagekeo berpotensi terjadinya bencana, baik bencana gempa maupun tanah longsor maupun banjir,” ujar Simplisius.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemerintah pusat, tidak hanya dalam penanganan setelah bencana terjadi, tetapi juga untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana.
Simplisius mengatakan sejumlah fasilitas penanganan darurat, seperti kendaraan, tandon air, terpal, dan tenda pengungsian, diperlukan untuk memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana.
“Kita tidak berharap adanya bencana, tapi kita tahu kondisi wilayah kita adalah rawan bencana. Kami mengalami kesulitan itu semua saat terjadi bencana,” tuturnya.
Nagekeo Berada di Kawasan Rawan Gempa Menengah hingga Tinggi
Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian ESDM, wilayah Kabupaten Nagekeo yang terdampak gempa bumi berada pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi.
Pada KRB Gempa Bumi Menengah, wilayah berpotensi mengalami guncangan dengan intensitas VII-VIII Modified Mercalli Intensity (MMI). Sementara pada KRB Gempa Bumi Tinggi, potensi guncangan dapat mencapai lebih dari VIII MMI.
Atas kondisi tersebut, Badan Geologi merekomendasikan agar pembangunan di kawasan rawan gempa memperhatikan kaidah bangunan tahan gempa. Bangunan juga perlu mempertimbangkan ketersediaan jalur evakuasi sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko ketika terjadi bencana.
Kementerian ESDM melalui Badan Geologi selanjutnya akan memberikan masukan mengenai tingkat kerawanan wilayah sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam penyusunan dan penataan ruang.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pembangunan daerah yang tidak hanya memperhatikan kebutuhan masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan karakteristik geologi dan tingkat risiko bencana di wilayah Nagekeo. (AM.N-SBR)


















