ASAMMANISNEWS,MASOHI — Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Hilirisasi Kelapa dan Pala, Sabtu, 03/10/2026. Forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, PTPN I Regional VIII, pimpinan perangkat daerah, pemerintah negeri, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Rakor itu juga melibatkan lima Pemerintah Negeri di Kecamatan Teluk Elpaputih yakni, Negeri Tananahu, Waraka, Liang dan Negeri Sahulau, bersama perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi sekaligus penyamaan langkah antara pemerintah, pihak perusahaan dan masyarakat untuk memastikan proses pembangunan serta investasi hilirisasi kelapa dan pala dapat berjalan secara tertib dan memberikan manfaat bagi daerah.
Dalam forum itu, seluruh pihak, termasuk masyarakat adat, menyatakan dukungan terhadap investasi dan pembangunan hilirisasi kelapa dan pala.
Pengembangan sektor hilirisasi dinilai memiliki potensi untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dan pala, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Maluku Tengah.
Selain membahas percepatan investasi, pemerintah daerah bersama DPRD juga menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat adat Tananahu, khususnya berkaitan dengan ruang hidup masyarakat.
Aspirasi tersebut akan difasilitasi dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan serta kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah.
Koordinasi antara pemerintah, DPRD, perusahaan, pemerintah negeri, tokoh masyarakat dan masyarakat adat diharapkan dapat menjaga agar proses pembangunan berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menegaskan bahwa percepatan hilirisasi kelapa dan pala diarahkan untuk mendorong investasi sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat.


















