ASAMMANIS.NEWS – Maluku Tengah, Maluku – Dukungan terbuka kepada Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa disuarakan DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku dari Negeri Itawaka.
Ketua DPD GAMKI Maluku, Dr. Samuel Patra Ritiauw, M.Pd., menegaskan GAMKI siap berjalan bersama pemerintah untuk mendorong pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sekaligus tetap berdiri sebagai mitra kritis yang berani memberikan masukan dan mengawal kebijakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ritiauw saat menyampaikan ucapan terima kasih dalam ibadah Minggu di Gereja Maranatha, Negeri Itawaka, Minggu (11/10/2026), di sela-sela rangkaian GAMKI Mengabdi 2026.
Di hadapan jemaat, Ritiauw secara tegas menyatakan posisi organisasi yang dipimpinnya.
“DPD GAMKI Maluku menyatakan sikap mendukung Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Bapak Hendrik Lewerissa. GAMKI akan selalu bersama-sama dengan pemerintah dan mendukung setiap kebijakan yang bertujuan membawa kebaikan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari warga jemaat Negeri Noloth dan Itawaka, yang selama pelaksanaan GAMKI Mengabdi 2026 menjadi bagian dari ruang pengabdian organisasi kepemudaan tersebut.
Ritiauw menegaskan, dukungan GAMKI kepada pemerintah tidak berarti organisasi akan menutup mata terhadap berbagai persoalan maupun kebijakan yang perlu dikritisi.
Menurutnya, GAMKI tetap menempatkan diri sebagai mitra pemerintah yang konstruktif mendukung kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, tetapi juga menyampaikan kritik dan masukan ketika dibutuhkan.
“GAMKI akan selalu menjadi mitra kritis pemerintah. Kami mendukung kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku agar dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan,” ungkapnya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa dukungan GAMKI tidak dimaksudkan sebagai bentuk pembenaran terhadap seluruh kebijakan pemerintah. Sebaliknya, dukungan ditempatkan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama untuk memastikan kebijakan benar-benar bekerja bagi masyarakat.
Bagi GAMKI, kritik bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari upaya menjaga agar pembangunan tidak keluar dari kepentingan rakyat.
Ritiauw juga mengingatkan bahwa keberhasilan Pemerintah Provinsi Maluku tidak semestinya hanya dilihat dari kebijakan yang dirumuskan di tingkat provinsi. Akan tetapi Ukuran akhirnya berada di masyarakat termasuk masyarakat di negeri-negeri seperti Noloth dan Itawaka.
Karena itu, pembangunan Maluku harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, memperkuat kehidupan sosial, membuka ruang bagi generasi muda, serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan hingga ke pelosok negeri.
Bagi GAMKI, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Gereja, organisasi kepemudaan, komunitas masyarakat sipil, dan masyarakat negeri harus menjadi bagian dari ekosistem pembangunan.
Keterlibatan seluruh elemen menjadi penting agar berbagai program pembangunan tidak berhenti sebagai kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat.
Sikap GAMKI tersebut disampaikan bukan dalam ruang politik formal, melainkan di tengah kegiatan pelayanan dan pengabdian masyarakat melalui GAMKI Mengabdi 2026.
Program yang berlangsung di Negeri Noloth dan Itawaka itu menjadi ruang bagi GAMKI untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya kebersamaan dalam membangun Maluku.
Bagi GAMKI, pengabdian tidak boleh berhenti pada seremonial. Kehadiran organisasi harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dari Noloth dan Itawaka, GAMKI Maluku sekaligus menegaskan satu sikap: mendukung pemerintah untuk bekerja, tetapi tetap mengawal agar kerja pemerintah benar-benar dirasakan rakyat.
Sebab, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya kebijakan yang dilahirkan, tetapi oleh seberapa jauh kebijakan tersebut menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Maluku. (MS-AM)


















