ASAMMANIS.NEWS — AMBON — PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 Ambon mengimbau keluarga penumpang agar tidak mengantar saudaranya yang hendak berangkat hingga masuk ke area pelabuhan.
Imbauan itu disampaikan General Manager Pelindo Regional 4 Ambon, Zahlan, dalam kegiatan Coffee Morning bersama awak media di Cafe Pelangi Ambon, Jumat (12/12/2025).
Menurut Zahlan, ia memahami kebiasaan masyarakat Maluku yang datang beramai-ramai saat mengantar keluarga ke pelabuhan, namun imbauan tersebut untuk mengurangi kepadatan di area pelabuhan, terutama menjelang puncak arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Kami memahami budaya orang timur, khususnya di Maluku, tapi demi kelancaran pelayanan, keluarga sebaiknya cukup mengantar sampai depan rumah atau gerbang pelabuhan. Karena faktanya yang benar-benar berangkat hanya 20-30 persen, tetapi yang datang mengantar memadati area jauh lebih banyak,” ujarnya.
Selain banyaknya pengantar, kepadatan juga dipicu oleh penumpang yang membawa barang berlebihan. Zahlan menilai kebiasaan tersebut tidak hanya menghambat arus pergerakan, tetapi juga mengurangi kenyamanan ruang tunggu.
“Sering satu orang berangkat, tetapi barangnya sangat banyak. Kalau barang itu tersedia di kota tujuan, sebaiknya tidak usah dibawa,” katanya.
Ia juga mengungkap persoalan di area luar pelabuhan yang kerap mengalami penyempitan jalur akibat pedagang asongan, ojek, angkot yang berhenti sembarangan, serta PKL yang menggunakan badan jalan. Menurutnya, kondisi tersebut memicu kemacetan dan berdampak pada akses masuk pelabuhan.
“Ini sering jadi dilema. Kalau kami tertibkan dibilang tidak manusiawi, kalau dibiarkan dianggap tidak menjaga ketertiban. Padahal penataan penting untuk kelancaran pelayanan publik,” tegasnya.
Pelindo menegaskan bahwa seluruh langkah penertiban dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara aktivitas ekonomi masyarakat kecil dan fungsi utama pelabuhan sebagai simpul konektivitas wilayah.
Menghadapi lonjakan penumpang Nataru, Pelindo Regional 4 Ambon memperketat penataan aktivitas di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon guna menjaga kelancaran operasional.
Zahlan menekankan pentingnya kedisiplinan bersama untuk menjaga mobilitas masyarakat di kawasan pelabuhan yang diprediksi akan semakin padat.
Di sisi lain, Pelindo saat ini tengah membangun kembali terminal penumpang dengan desain yang lebih representatif dan kapasitas yang lebih besar. Pembangunan tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan bagi pengguna jasa.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak. Terminal baru ini akan memperbaiki kapasitas layanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan Coffee Morning ini juga menjadi ruang dialog antara Pelindo dan awak media untuk memastikan informasi terkait penataan dan pelayanan Nataru tersampaikan secara luas.
Turut hadir dampingi Zahlan di antaranya, Berli Kardin (Plh. Manager Operasi & Teknik Regional 4 Ambon), Octaviani A. Angkumona (Plh. Manager Penunjang Operasi Regional 4 Ambon), Yandi Sofya Hadi (Terminal Head TPK Ambon), Andrea Rico (Manager Penunjang Operasi TPK Ambon), Nursan (Manager Operasi TPK Ambon), Ilham (Supervisor Pelindo Marine Service), serta Bani Sahara (Plt. Site Manager Bima). (AM.N-PR)


















