ASAMMANIS.NEWS – TERNATE – Tim Carateker BPD HIPMI Maluku Utara menggelar Forum Ketua Umum dan Silaturahmi Daerah (Silatda) yang di hadiri oleh seluruh Ketua Umum BPC HIPMI se-Maluku Utara.
Ketum-Ketum BPC HIPMI yang hadir adalah, Ketum BPC HIPMI Kota Ternate Ghozal Elfrido, Ketua Umum BPC Tidore Kepulauan Muhammad Wildan, Ketua Umum BPC Halmahera Barat Abdul Jalil Idrus, Ketua Umum BPC HIPMI Halmahera Timur Fatah Sandi, Ketua Umum BPC HIPMI Halmahera Tengah Maya Sondak, Ketum BPC HIPMI Halmahera Selatan Ibnu M. Soleman, Ketua Umum BPC HIPMI Halmahera Utara Rizky Fernando Iwisara, Ketua Umum BPC Pulau Taliabu Faisal Syahlan, Ketua Umum BPC Pulau Morotai Sutikno Ali, Ketua Umum BPC Kepulauan Sula Samsul Banapon
Dalam forum Ketum itu, masing-masing Ketua Umum menyampaikan tekad dan komitmennya untuk melaksanakan dan mengsukseskan Musyawarah Daerah Luarbiasa (Musdalub) yang direncanakan berlangsung pada 2 Juni 2026.
“Kami mendukung dan mengsukseskan kerja-kerja tim Carateker dalam melaksanakan Musdalub dengan tetap mengedepankan AD/ART dan PO,” demikian pernyataan Ketua Umum Kota Ternate, Ghozal Elfrido.
Ketua Umum BPC HIPMI Halmahera Utara Rizky Fernando Iwisara dalam pandangannya mengatakan bahwa konflik yang selama ini terjadi di BPD HIPMI Maluku Utara sangat mengganggu aktivitas bisnis dan usaha para pengusaha muda HIPMI di Maluku Utara.
Ketum BPC HIPMI Halmahera Barat Abdul Jalil Idrus juga menyampaikan hal senada, Ia mendorong pelaksanaan Musdalub yang guyub, demokratis serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan persaudaraan.
Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Halmahera Tengah Maya Sondak mengungkapkan bahwa Musdalub ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyatukan segala persepsi demi masa depan HIPMI Maluku Utara yang lebih baik lagi.
“Konflik yang terjadi selama ini sama sekali tidak memberikan dampak yang positif, justru merugikan kita semua sebagai kader HIPMI,” tegasnya.
Ketua Umum BPC HIPMI Halmahera Selatan Ibnu M. Soleman, menegaskan bahwa konflik yang terjadi selama ini tidak bersumber dari BPC melainkan dari segelintir orang yang tidak menginginkan HIPMI Maluku Utara berkembang maju dan setara dengan daerah-daerah lain di Indonesia.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum BPC HIPMI Halmahera Timur Fatah Sandi. Menurutnya, 10 BPC yang ada memiliki pandangan yang sama, hanya saja ada pihak-pihak yang tidak mau HIPMI Maluku Utara ini bersatu.
Harapan akan terlaksananya Musdalub yang sukses juga disampaikan oleh Ketua Umum BPC HIPMI Pulau Taliabu Faisal Syahlan, dirinya berharap Musdalub Maluku Utara berjalan lancar dan sukses hingga melahirkan kepemimpinan definitif yang dapat membawa perubahan untuk HIPMI Maluku Utara.
Pernyataan keras disampaikan oleh Ketua Umum BPC HIPMI Kepulauan Sula Samsul Banapon yang menyebut konflik di internal BPD HIPMI sudah harus di akhiri karena tidak memberikan manfaat apapun untuk organisasi.
Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Umum BPC HIPMI Kota Tidore Kepulauan Muhammad Wildan yang menyesalkan adanya konflik yang sangat berkepanjangan sehingga membuat organisasi harus mengalami kevakuman.
“Saya berharap proses Musdalub ini bisa segera cepat selesai sehingga konsolidasi organisasi dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.
Harapan besar dititipkan oleh Ketua Umum BPC HIPMI Pulau Morotai Sutikno Ali. Dirinya berharap apa yang terjadi hari ini bisa segera diselesaikan oleh BPP HIPMI lewat Tim Carateker.
“Semoga apa yang menjadi kegelisahan kami dapat di jawab oleh BPP lewat proses Musdalub ini. Kita tidak ingin setelah Musdalub justru Ketua Umum BPP tidak melantik Ketua Umum terpilih, hal ini sangat mengiris-ngiris hati kami sebagai kader HIPMI Maluku Utara,” harapnya. (AM.N-SBR)


















