ASAMMANIS.NEWS – Buru – Rapat pleno Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar Kabupaten Buru yang berlangsung pada Jumat malam (10/4/2026) di kainawa hotel diskors oleh pimpinan sidang sementara, M. Rum Soplestuny, akibat dinamika forum yang berlangsung alot dan penuh perdebatan.
Situasi Musda yang memanas memicu konsolidasi politik di tingkat kecamatan yang memiliki hak suara penuh. Sejumlah pimpinan kecamatan disebut telah menyatakan sikap politiknya dengan memberikan dukungan kepada salah satu bakal calon ketua.
Saat dikonfirmasi media, Rum yang juga merupakan bakal calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Buru membenarkan adanya pertemuan dukungan tersebut.
“Iya benar, sebagian besar pimpinan kecamatan datang kepada saya untuk memberikan dukungan yang juga didokumentasikan melalui video secara resmi,” ujarnya.
Rum menjelaskan, dukungan tersebut menguat setelah rapat pleno diskors. Para pimpinan kecamatan, kata dia, ingin menunjukkan kepada publik bahwa dukungan terhadap dirinya telah melampaui 50 persen.
Ia merinci pimpinan kecamatan yang telah menyatakan dukungan, yakni dari Kecamatan Namlea, Liliyali, Fenaleisela, Waeapo, Lolong Guba, Waplau, Batabual dan Keyeli diwakili oleh sekertaris dan wakil sekertaris.
Selain dari tingkat kecamatan, Rum juga mengklaim memperoleh dukungan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berafiliasi dengan Partai Golkar di Kabupaten Buru, seperti SOKSI, MKGR, Kosgoro, Alhidayah, Laskar Ulama dan MDI .
Dukungan tersebut juga diperkuat melalui pernyataan yang disampaikan dalam video oleh perwakilan pimpinan kecamatan, Jainudin Kabau selaku Ketua Golkar Kecamatan Namlea.
“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kami atas nama seluruh pimpinan kecamatan se-Kabupaten Buru menyatakan sikap mendukung penuh Bapak Rum Soplestuny sebagai calon Ketua DPD Golkar Kabupaten Buru periode 2026–2030. Demikian untuk dijadikan rujukan dan pegangan sebagai acuan dalam Musda VI Kabupaten Buru,” ujar Jainudin dalam pernyataan tersebut.
Menutup pernyataannya, Rum berharap proses pleno Musda dapat berjalan sesuai aturan partai, serta mengajak seluruh kader menjaga persatuan di tengah dinamika.
“Saya berharap pleno Musda ini berjalan sesuai aturan partai. Dinamika adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun kita harus tetap menjaga persaudaraan, kekeluargaan, dan soliditas sebagai kader partai,” pungkasnya. AM.N-SBR



















