ASAMMANIS.NEWS – MASOHI – Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, menegaskan pentingnya peran Golkar sebagai kekuatan solusi dalam menghadapi tantangan global dan daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) X Partai Golkar Kabupaten Maluku Tengah di Gedung Islamic Center, Masohi, Selasa (21/4/2026).
Dalam sambutannya, Umar menegaskan bahwa Partai Golkar lahir dari sejarah panjang bangsa sejak 1964 sebagai wadah berbagai kekuatan sosial yang bersatu untuk pengabdian kepada negara. Menurutnya, sejak awal Golkar tidak hanya berperan sebagai organisasi politik, tetapi juga sebagai kekuatan pembangunan yang berpijak pada kepentingan rakyat.
“Karakter utama Golkar adalah karya dan pengabdian. Kita tidak dibesarkan oleh kata-kata, tetapi oleh kerja nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Umar juga menyinggung situasi global yang penuh ketidakpastian, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas ekonomi dunia. Kondisi tersebut, kata dia, ikut memengaruhi perekonomian nasional melalui fluktuasi harga energi.
Dalam konteks nasional, ia menyampaikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta melindungi daya beli masyarakat.
Ia juga menyoroti peran Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui langkah diplomasi dan komunikasi dengan negara mitra.
“Golkar selalu berada di garis depan solusi. Kita hadir bukan untuk memperbesar persoalan, tetapi untuk menyelesaikannya,” tegas Umar.
Lebih lanjut, Umar memaparkan kondisi daerah Maluku yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun demikian, ia mengakui masih adanya sejumlah tantangan, seperti kemiskinan, keterbatasan infrastruktur, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Menurutnya, pembangunan daerah harus difokuskan pada penguatan konektivitas antarwilayah, hilirisasi sumber daya kelautan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Secara khusus, Umar menilai Kabupaten Maluku Tengah memiliki peran strategis dalam pembangunan Maluku. Filosofi “Masohi” yang berarti gotong royong, disebutnya sejalan dengan semangat kolektif Partai Golkar.
Ia juga mengapresiasi upaya pembangunan daerah dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,5 triliun pada tahun 2026 yang difokuskan pada sektor kelautan, pertanian, pariwisata, serta pemberdayaan desa dan penanganan stunting.
Meski demikian, Umar mengingatkan bahwa tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, dan keterbatasan infrastruktur masih harus diselesaikan secara bersama.
“Golkar tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Umar juga menyinggung capaian politik Golkar di Maluku Tengah yang masih mempertahankan eksistensi kursi legislatif. Namun ia mengingatkan seluruh kader untuk tidak berpuas diri dan terus hadir di tengah masyarakat.
“Golkar harus hadir setiap hari, menjadi solusi bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, dan generasi muda,” katanya.
Menutup sambutannya, Umar mengajak seluruh kader menjadikan Musda X sebagai momentum memperkuat konsolidasi dan soliditas partai.
“Kita rapikan barisan, perkuat soliditas, dan tegaskan komitmen bahwa Golkar akan terus hadir, bekerja, dan mengabdi untuk rakyat,” pungkasnya. AM.N-SBR


















