ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi dan promosi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ESDM sebagai bagian dari upaya memperkuat program swasembada energi nasional.
Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat pimpinan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5), Bahlil menegaskan bahwa pemerintah saat ini dituntut memperbesar peran negara dalam pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Di kementerian ini sebenarnya tidak hanya berbicara tentang penerbitan izin, tetapi juga harus mampu menerjemahkan kebijakan yang bisa diimplementasikan sesuai arahan dan program Bapak Presiden,” ujar Bahlil.
Ia menekankan, seluruh jajaran Kementerian ESDM harus mampu bekerja secara solid dalam menerjemahkan kebijakan strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral.
Menurut Bahlil, para pejabat yang dilantik juga dituntut memiliki komitmen terhadap bangsa dan negara di mana pun ditempatkan. Ia menilai penguatan birokrasi menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan program prioritas nasional, termasuk ketahanan dan swasembada energi.
Terkait pengelolaan sumber daya alam, Bahlil menegaskan bahwa negara dan pelaku usaha harus berjalan beriringan. Namun demikian, ia memastikan kepentingan negara akan menjadi prioritas utama, terutama dalam pengaturan izin usaha pertambangan (IUP) dan optimalisasi sektor minyak dan gas bumi.
“Ke depan untuk pengelolaan IUP, kepentingan negara harus lebih besar. Arahan Bapak Presiden sudah jelas dan regulasinya sedang disiapkan. Tidak boleh lagi diobral, semuanya harus benar-benar bermanfaat dan hasilnya dioptimalkan untuk negara, tetapi tetap mengayomi pengusaha,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bahlil melantik 19 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian ESDM. Selain itu, ia juga mewakili Presiden Prabowo menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Pembangunan kepada 19 pegawai Kementerian ESDM dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi atas kontribusi dan pengabdiannya. (AM.N-SBR)


















