ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Pemerintah Kota Ambon kembali menorehkan inovasi di sektor pendidikan dengan meluncurkan modul ajar Literasi Keuangan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi siswa SMP dan MTs. Program ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia untuk jenjang pendidikan tersebut.
Peluncuran modul dilakukan langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena bersama Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Balai Kota Ambon, Rabu (20/5/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa lahirnya modul tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemkot Ambon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kota Ambon, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.
Menurutnya, kehadiran modul ini menjadi langkah konkret dalam membangun generasi muda yang cerdas mengelola keuangan sejak dini, sekaligus memperkuat budaya menabung di lingkungan sekolah.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kota Ambon karena menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki modul ajar literasi keuangan untuk tingkat SMP dan MTs. Ini bukan sekadar inovasi pendidikan, tetapi investasi masa depan bagi anak-anak kita,” tegas Wattimena.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar segera mengimplementasikan modul tersebut tanpa penundaan. Sebanyak 53 SMP dan 10 MTs, baik negeri maupun swasta di Kota Ambon, diwajibkan menerapkan kurikulum literasi keuangan ini dalam proses belajar mengajar.
Tak hanya itu, Pemkot Ambon juga mendorong seluruh sekolah untuk mengaktifkan kembali program Simpanan Pelajar (Simpel) bagi siswa. Program tersebut dinilai penting untuk membangun kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan secara disiplin sejak usia sekolah.
Wattimena mengingatkan bahwa edukasi keuangan harus dimulai dari lingkungan pendidikan agar generasi muda tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan mengatur keuangan secara bijak di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.
“Budaya hemat dan gemar menabung harus kembali ditanamkan kepada anak-anak. Kalau sejak dini mereka memahami pentingnya mengelola uang, maka ke depan mereka akan menjadi generasi yang mandiri dan kuat secara ekonomi,” ujarnya.
Peluncuran modul literasi keuangan ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette, unsur Forkopimda, pimpinan perbankan dan lembaga jasa keuangan, anggota DPRD Kota Ambon, pimpinan OPD, serta ASN lingkup Pemerintah Kota Ambon. (AM.N-MS)

















