ASAMMANIS.NEWS – Jayapura – AsmaManis.NEWS. Sebanyak 118 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua mengikuti pelaksanaan pengangkatan dan pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Agama Formasi Tahun 2024 ini secara serentak se-Indonesia pada Kamis, (21/05/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan berlangsung di Aula Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Provinsi Papua, Kotaraja, Jayapura.
Total 16.138 PNS dilantik, terdiri atas 312 orang mengikuti secara luring dan 15.826 orang mengikuti secara daring. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, serta disaksikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, bersama pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenag.
Dalam laporannya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa proses pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Tahun 2024 mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Proses seleksi berjalan tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras, dan asal daerah. Investasi besar dalam sistem yang akuntabel ini diharapkan menghasilkan pelayanan publik yang prima,” ujar Sekjen.
Kepala BKN mengingatkan para PNS yang baru dilantik agar selalu mengedepankan profesionalisme, menjaga solidaritas antarsesama ASN, serta memegang teguh integritas dalam menjalankan tugas.
Ia juga memperkenalkan prinsip “4K” sebagai orientasi kerja ASN, yakni Kecepatan, Kemudahan Pelayanan, Kemanfaatan Kebijakan, dan Kebahagiaan masyarakat.
“Dalam bekerja harus cepat, memberi pelayanan yang memudahkan, menghadirkan kebijakan yang bermanfaat, serta memikirkan kebahagiaan masyarakat,” kata Zudan.
Menag Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menegaskan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar perubahan administratif, melainkan amanah untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab.
Menag juga mengingatkan pentingnya penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Khusus bagi ASN Kemenag, Menag memperkenalkan prinsip “ISTIQOMAH” yang merupakan singkatan dari Ikhlas, Sabar, Tawadu, Ihsan, Qanaah, Amanah, dan Hikmah.
“Sepanjang saudara menjalankan ISTIQOMAH, Tuhan akan menuntun setiap langkah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai ASN di Kementerian Agama,” pesan Menag.
Menurutnya, ASN Kemenag memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat yang menjaga kehidupan beragama tetap rukun, damai, dan harmonis.
“Integritas, loyalitas, dan dedikasi harus menjadi nilai utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang resmi diangkat menjadi ASN penuh di lingkungan Kemenag Papua.
Ia mengajak seluruh ASN baru untuk bersyukur atas perjalanan panjang hingga akhirnya resmi menjadi bagian dari Kemenag.
“Hari ini Bapak dan Ibu resmi berubah dari 80 persen menjadi 100 persen. Siapa yang pernah mengira hari ini kalian resmi menjadi ASN,” ujarnya.
Kakanwil menegaskan bahwa ASN Kemenag memiliki tanggung jawab besar karena menjalankan tiga peran sekaligus, yakni sebagai aparatur negara, anggota keluarga, dan pembina umat di tengah masyarakat.
“ASN Kementerian Agama menyandang tiga “jabatan”. Saat jam kerja kita adalah aparat negara, setelah pulang menjadi suami atau istri, dan ketika berada di tengah masyarakat menjadi pembina umat,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar menjaga integritas dan perilaku karena setiap tindakan pegawai akan mencerminkan nama baik institusi dan agama.
Selain itu, ASN baru diminta untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pelatihan, menjaga disiplin kerja, serta segera kembali ke tempat tugas masing-masing setelah menerima Surat Keputusan (SK).
“Hadir setengah delapan itu standar, tetapi hadir sebelum setengah delapan itu bernilai,” pesannya.
Di akhir arahannya, Kakanwil mengajak seluruh ASN untuk bersama-sama membesarkan Kementerian Agama melalui pelayanan yang menghadirkan kedamaian, kesejahteraan, dan kehidupan harmonis bagi umat di Papua.
“Mari bersama-sama membesarkan Kementerian Agama agar layanan kepada umat di Papua semakin baik dan masyarakat hidup berdampingan secara damai,” tutupnya. (AM.N-AAD)

















