ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa di Kota Ambon. Namun di tengah tingginya antusiasme masyarakat menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia itu, Pemerintah Kota Ambon mengingatkan seluruh pendukung tim nasional peserta Piala Dunia agar menjadikan olahraga sebagai sarana mempererat persaudaraan, bukan memicu konflik dan perpecahan.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa semangat mendukung tim favorit harus dibarengi dengan sikap dewasa, sportif, dan bertanggung jawab demi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai peresmian Tempat Penampungan Sementara (TPS) di kawasan Galala, depan Dealer Toyota, Senin (2/6/2026).
Menurut Bodewin, Piala Dunia selalu menjadi magnet yang mampu menyatukan perhatian masyarakat dunia setiap empat tahun sekali. Di Ambon, antusiasme itu bahkan memiliki karakteristik tersendiri karena masyarakat dikenal sangat fanatik dalam mendukung tim favorit mereka.
“Ambon memiliki keunikan tersendiri. Antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia sangat tinggi dan selalu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat,” ujarnya.
Bodewin mengungkapkan, pengalaman pada edisi-edisi sebelumnya menunjukkan bahwa semangat mendukung tim nasional sering kali melahirkan euforia besar di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan euforia tersebut tetap berada dalam koridor positif dan tidak berkembang menjadi gesekan antarkelompok pendukung.
Ia mengingatkan bahwa kemenangan maupun kekalahan merupakan hal yang wajar dalam olahraga. Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menjadikan hasil pertandingan sebagai pemicu pertikaian atau saling merendahkan.
“Menang dan kalah adalah bagian dari sepak bola. Jangan karena tim yang didukung kalah lalu marah, atau karena menang kemudian mengejek pendukung tim lain. Itu bukan semangat sportivitas yang ingin kita bangun,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi potensi konflik, Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga berencana menggelar Kumpul Damai Fans Piala Dunia 2026, yang akan mempertemukan berbagai komunitas pendukung negara peserta Piala Dunia.
Kegiatan tersebut akan menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang edukasi bagi para pencinta sepak bola untuk membangun komitmen bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan persaudaraan selama turnamen berlangsung.
Bodewin mengatakan, langkah tersebut bukan hal baru. Saat masih menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Ambon, dirinya pernah mempertemukan kelompok-kelompok pendukung tim nasional peserta Piala Dunia dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.
“Kami sepakat bahwa siapa pun boleh merayakan kemenangan, menggelar pawai, atau menonton bersama. Tetapi semuanya harus dilakukan secara tertib, tidak mengganggu masyarakat, dan tidak memicu konflik,” katanya.
Ia menilai fanatisme yang tidak terkendali sering kali menjadi sumber masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena itu, seluruh komunitas pendukung diharapkan dapat menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi setiap hasil pertandingan.
“Jangan sampai sepak bola yang seharusnya menjadi hiburan dan pemersatu justru berubah menjadi sumber perpecahan. Yang harus menang adalah persaudaraan, bukan ego kelompok pendukung,” tandasnya.
Pemerintah Kota Ambon dalam waktu dekat juga akan mengundang seluruh komunitas pendukung untuk berdiskusi dan membangun komitmen bersama demi menciptakan suasana Piala Dunia yang aman, damai, dan penuh sportivitas.
Bodewin berharap masyarakat Ambon dapat kembali menunjukkan jati dirinya sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi dan persaudaraan, sehingga euforia Piala Dunia 2026 menjadi momentum memperkuat kebersamaan, bukan memecah belah hubungan sosial.
“Silakan mendukung tim favorit masing-masing. Nikmati setiap pertandingan dengan penuh kegembiraan. Tetapi yang paling penting, mari kita jaga persaudaraan, keamanan, dan kedamaian di Kota Ambon,” pungkasnya. (AM.N-MS)

















