ASAMMANISNEWS,MASOHI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi dampak fenomena el nino yang dapat memicu kekeringan dan kebakaran.
Kondisi panas berkepanjangan diperkirakan masih berlangsung hingga bulan-bulan awal tahun berikutnya. Situasi tersebut menjadi perhatian BPBD karena dapat meningkatkan risiko bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.
Kepala BPBD Maluku Tengah, Nova Anakota, mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG Amahai terkait kondisi cuaca dan potensi panas berkepanjangan.
“Memang berdasarkan hasil koordinasi kami dengan bmkg amahai, memang di tahun ini kita akan mengalami panas yang panjang atau el nino. dan itu sudah diprediksi atau diestimasi kira-kira sampai bulan-bulan awal tahun berikutnya, antara januari, februari, maret,” Kata Anakota saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 19/08/2026.
Menurutnya, kondisi panas berkepanjangan perlu diantisipasi karena dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan air dan meningkatkan potensi kebakaran.
“Panas panjang ini juga rentan dengan bencana yang bisa terjadi yaitu bencana kebakaran, bencana kekeringan,” ujarnya.
Wilayah Utara Jadi Perhatian
Sejumlah wilayah di bagian utara maluku tengah menjadi kawasan yang mendapat perhatian lebih. di antaranya seram utara barat, seram utara timur, seram utara, seram utara kobi, termasuk seti dan kobi.
Wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan produksi pangan maluku tengah, termasuk beras dan buah-buahan. Kondisi panas yang berkepanjangan dikhawatirkan berdampak terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian.
“Di sana kan daerah produksi kita untuk beras, buah-buahan dan lain-lain. dan oleh karena itu yang kita takutkan adalah kekurangan air tanah yang bisa dipakai untuk mengaliri sawah dan lain-lain,” Jelas Anakota.
Untuk mengantisipasi ancaman kekeringan terhadap sektor pertanian, bpbd telah berkoordinasi dengan instansi terkait. dinas pertanian juga disebut telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan berkurangnya ketersediaan air.
Ancaman Kebakaran Lahan Meningkat
Selain kekeringan, potensi kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian serius. kondisi vegetasi yang mengering, termasuk alang-alang, dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Anakota menjelaskan, kebakaran dapat dipicu oleh aktivitas manusia, terutama pembukaan lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan.
“Bisa karena kelalaian manusia, mungkin karena buka kebun baru lalu mereka bakar-bakar, mungkin juga bisa karena puntung rokok, bisa juga karena gesekan alang-alang yang bisa menimbulkan api sehingga terjadi kebakaran,” katanya.
Kondisi geografis maluku tengah yang memiliki wilayah luas juga menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran. Jarak antarkawasan yang cukup jauh dari pusat pemerintahan membuat mobilisasi personel dan peralatan pemadam kebakaran tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat.
“Jarak kita ke sana cukup jauh. oleh karena itu, apabila terjadi kebakaran memang agak susah sedikit karena rentang kendali yang sangat jauh untuk kita bisa mobilisasi peralatan seperti damkar dan lain-lain untuk pengentasan kebakaran itu,” Ujar Anakota.
BPBD Perkuat Pencegahan
Menghadapi ancaman tersebut, BPBD Maluku Tengah lebih mengutamakan upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Informasi mengenai kondisi cuaca dan potensi dampak El Nino telah disampaikan melalui para kepala kecamatan untuk diteruskan kepada pemerintah desa dan negeri.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi lingkungan kering. Warga juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang berpotensi menjadi sumber api.
BPBD berharap kesadaran masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran sekaligus mengurangi dampak El Nino, khususnya di wilayah yang memiliki risiko kekeringan dan kebakaran lebih tinggi.
Kewaspadaan dini dan tindakan pencegahan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan air, melindungi lahan pertanian, serta mencegah kebakaran meluas di tengah kondisi panas berkepanjangan.


















