ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Kapolda Maluku Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Ny. Novi Suwondo, tiba di Kota Ambon, Rabu (14/10/26) pagi. Kedatangan keduanya disambut Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, S.H., LL.M., bersama istri, Ny. Maya Baby Lewerissa/Rampen, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.Si., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku di VVIP Room Bandara Internasional Pattimura, Ambon.
Kapolda Maluku dan rombongan tiba menggunakan pesawat komersial Batik Air sekitar pukul 06.00 WIT. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus mencerminkan pentingnya sinergi Polri, TNI, dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku.
Dalam prosesi penyambutan, Kapolda Maluku dan Ketua Bhayangkari Daerah Maluku menerima pengalungan syal adat Maluku dari Gubernur Hendrik Lewerissa beserta istri. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan dan penerimaan terhadap kehadiran pimpinan Polda Maluku di Bumi Raja-Raja.
Penyambutan itu turut dihadiri Pangdam XV/Pattimura, Dankodaeral IX, Kasdam XV/Pattimura, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Maluku, Wadankodaeral IX, Danlanud Pattimura, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Irwasda Maluku, para Pejabat Utama Polda Maluku, pengurus Bhayangkari Daerah Maluku, serta Wakapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan kedatangan Kapolda menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Maluku. Kolaborasi yang kuat diperlukan agar setiap tantangan keamanan dapat direspons secara tepat, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepolisian secara optimal,” ujar Rositah.
Ia menegaskan, karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan dengan masyarakat yang beragam membutuhkan pendekatan yang mengedepankan komunikasi, persaudaraan, dan kearifan lokal. Karena itu, peran tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dinilai penting dalam merawat kerukunan dan mencegah potensi gangguan keamanan.
“Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat orang basudara, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi memecah belah persaudaraan,” tambahnya.
Kehadiran unsur Forkopimda dalam penyambutan tersebut menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian. Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, memperkuat keharmonisan sosial, serta memastikan aktivitas masyarakat di Maluku berlangsung aman dan lancar. (AM-MS)


















