Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Pengurus Daerah (PD) AMPG Maluku, Zeth Pormes, dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) kader muda sekaligus pengukuhan pengurus AMPG Provinsi Maluku, Jumat (6/11/26), di Grand Avira Hotel, Ambon.
Pormes menegaskan, Diklat bukan sekadar agenda seremonial organisasi, melainkan bagian penting dari proses pembentukan kader yang harus dijalankan setelah kepengurusan memperoleh Surat Keputusan (SK).
Melalui pendidikan tersebut, kader dibekali pemahaman tentang aturan organisasi, strategi politik, peraturan perundang-undangan, pendidikan karakter, hingga sistem pemilihan umum.
Menurutnya, Golkar tidak ingin membangun kekuatan politik dengan merekrut kader secara instan menjelang momentum pemilu. Kader harus dipersiapkan sejak dini melalui pendidikan, pembinaan, dan penguatan kapasitas secara berkelanjutan.
“Golkar tidak seperti itu. Kami menyiapkan kader dari segi sumber daya manusia dengan baik, dari segi pengetahuan dan pemahaman tentang tata kelola pemerintahan. Jadi, kader yang kami produksi bukan kader kaleng-kaleng,” tegas Pormes.
Ia menyebut, persiapan menghadapi Pemilu 2029 dan Pemilu Daerah 2031 harus dimulai dari sekarang. AMPG harus menjadi ruang pembentukan generasi muda yang tidak hanya memahami strategi politik, tetapi juga memiliki kemampuan membaca persoalan masyarakat dan memahami tata kelola pemerintahan.
Lebih jauh, Pormes menaruh target besar agar kader muda Golkar mampu mengambil bagian dalam lembaga legislatif maupun eksekutif. Bahkan, ia berharap dalam lima tahun ke depan akan muncul generasi muda Golkar yang siap mengambil tongkat estafet kepemimpinan di Maluku.
Namun, menurutnya, ambisi politik tersebut harus ditopang dua fondasi utama, yakni kecerdasan intelektual dan integritas moral.
“Saya yakin dan percaya, jika kader cerdas dan memiliki integritas moral yang tinggi, maka akan melahirkan pemimpin-pemimpin Golkar yang kredibel, akuntabel, dan dapat membawa daerah ini ke arah yang dicita-citakan,” ujarnya.
Untuk memperkuat fondasi tersebut, AMPG Maluku tidak akan berhenti pada konsolidasi tingkat provinsi. Program pendidikan dan pembinaan kader akan diperluas hingga kabupaten/kota, kecamatan, bahkan desa dan kelurahan.
Langkah ini dinilai penting agar seluruh tingkatan organisasi memiliki kapasitas, pemahaman, dan arah perjuangan yang sama dalam membesarkan Partai Golkar di Maluku.
Pormes kembali menegaskan bahwa kualitas kader tidak cukup diukur dari kemampuan intelektual semata. Moralitas harus menjadi prinsip utama agar kader yang lahir tidak hanya mampu berkompetisi dalam politik, tetapi juga layak dipercaya masyarakat.
“Tujuan kita adalah membentuk manusia-manusia muda, kader-kader muda Partai Golkar yang siap, bukan saja dari sisi integritas moral, tetapi juga kapasitas intelektual. Apalah artinya kita memiliki kapasitas intelektual tanpa integritas moral,” tandasnya.
Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus AMPG Provinsi Maluku pada Jumat sore.
Melalui Diklat dan pengukuhan ini, AMPG Maluku mengirimkan pesan bahwa pertarungan politik masa depan tidak cukup dimenangkan dengan kekuatan struktur dan popularitas. Kualitas sumber daya manusia, integritas, serta kesiapan kepemimpinan harus dibangun sejak sekarang. (AM.N – MS)


















