ASAMMANIS.NEWS – KAIRO – PPI Dunia atau Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia (OISAA/Overseas Indonesian Students’ Association Alliance) mengundang Wakil Ketua Umum Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Rizal Calvary Marimbo (RCM) menjadi pembicara utama (keynote speaker) di Kairo, Mesir 19-23 September besok.
Hal tersebut terungkap usai Ketua PPI Dunia Andhika Ibrahim Nasution menyerahkan undangan di Kantor Pusat PLN di Jakarta Selatan belum lama ini.
PPI Dunia merupakan organisasi yang menghimpun pelajar, mahasiswa, dan peneliti Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di berbagai negara. Situs resminya saat ini menyebut jaringan PPI Dunia mencakup lebih dari 67 negara, 120+ PPI lokal, dan sekitar 150 ribu anggota.
PPI Secara kelembagaan, PPI Dunia berfungsi sebagai jaringan global untuk kolaborasi, pertukaran pengetahuan, pengembangan SDM, advokasi pelajar diaspora, serta kontribusi pemikiran bagi Indonesia. Organisasinya juga memiliki berbagai direktorat, termasuk penelitian dan kajian, hubungan antarlembaga, pengembangan talenta, pengabdian masyarakat, pengembangan bisnis/dana abadi, dan perlindungan pelajar diaspora.
Secara historis, salah satu tonggak pentingnya adalah 9 September 2007, ketika Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) di University of New South Wales, Sydney, menjadi momentum transformasi menjadi PPI Dunia.
Rizal yang juga menjabat sebagai Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN Persero ini menyatakan kesiapannya menghadiri Kongres PPI Sedunia itu. “Saya siap memberi inspirasi buat adik-adik PPI di Kairo,” ujar Rizal.
Rizal mengatakan, gerakan pelajar Indonesia di luar negeri sangat strategis sejak zaman pergerakan kemerdekaan. Misalnya Perhimpunan Indonesia di Belanda, yang dipimpin antara lain oleh Mohammad Hatta, menjadi salah satu motor diplomasi dan pemikiran kemerdekaan Indonesia di Eropa.
Kemudian PPI modern mewarisi tradisi intelektual dan pengabdian pelajar Indonesia di luar negeri.
Di era sekarang, PPI Dunia akan mewarnai rancang bangun masa depan Indonesia agar bisa bersaing dengan negara-negara besar dan maju lainnya.
Di Kairo, Rizal didaulat berbicara dengan tema “Strenghening Global Energy Through Just and Sustainable Energy Transition”. (AM.N-SBR)


















