ASAMMANIS.NEWS – Jakarta – Penggunaan bahan bakar berbasis gas semakin mendapat perhatian seiring upaya pemerintah mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan efisien. Dua jenis bahan bakar gas yang paling dikenal masyarakat yakni Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Meski sama-sama digunakan sebagai sumber energi alternatif, keduanya memiliki karakteristik, fungsi, dan tingkat efisiensi yang berbeda.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa CNG merupakan gas alam yang mayoritas terdiri dari metana (CH4) dan disimpan dalam tekanan tinggi.
“CNG banyak digunakan untuk kendaraan umum, sektor transportasi, hingga industri karena dinilai lebih ramah lingkungan dan memiliki emisi karbon lebih rendah,” ujar Laode dalam Podcast Bukan Abuleke.
Sementara itu, LPG merupakan campuran propana dan butana yang diproses dari minyak bumi maupun gas alam. LPG lebih umum dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak, serta sebagian kendaraan berbahan bakar gas.
Menurut Laode, perbedaan mendasar antara CNG dan LPG terletak pada metode penyimpanannya. CNG disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi sekitar 200–250 bar, sedangkan LPG disimpan dalam bentuk cair dengan tekanan yang lebih rendah.
“Perbedaan paling mendasar antara CNG dan LPG terletak pada metode penyimpanan. CNG disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi sekitar 200–250 bar, sedangkan LPG disimpan dalam bentuk cair dengan tekanan yang lebih rendah,” kata Laode.
Dari sisi keamanan, CNG dinilai lebih aman karena sifatnya lebih ringan dari udara sehingga cepat menguap apabila terjadi kebocoran. Sebaliknya, LPG memiliki massa jenis lebih berat dari udara sehingga dapat mengendap di area tertutup dan meningkatkan risiko apabila terjadi kebocoran.
Selain itu, CNG juga dianggap lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibanding LPG maupun bahan bakar fosil lainnya. Kondisi tersebut membuat CNG mulai diproyeksikan sebagai salah satu energi transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih.
Meski demikian, dari sisi distribusi dan infrastruktur, LPG masih lebih unggul karena telah memiliki jaringan distribusi yang luas hingga ke rumah tangga. Sementara pemanfaatan CNG masih terbatas karena membutuhkan stasiun pengisian serta infrastruktur khusus.
Pemerintah sendiri terus mendorong diversifikasi energi, termasuk optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional. (AM.N-SBR)

















