ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Enam pelajar tingkat SD dan SMP berhasil menorehkan prestasi dalam turnamen catur di Kota Ambon. Empat di antaranya, yang meraih juara pertama dan kedua pada masing-masing kategori, akan mewakili Ambon dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur di Tangerang, Banten, pada 23 Oktober 2026, Kamis (15/10/26).
Pada kategori Sekolah Dasar (SD), Excel Wirawan dari Sekolah Kristen Kalam Kudus keluar sebagai juara pertama dengan nomor peserta 18. Posisi kedua diraih Jonathan Esmond Tanijaya, juga dari SD Kristen Kalam Kudus, dengan nomor peserta 22. Sementara juara ketiga ditempati Bramasta Athariz Chailef Susanto Sugiono dengan nomor peserta 8.
Di kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP), Muhammad Rifki Alfayed dari SMP Negeri 6 Ambon berhasil meraih juara pertama dengan nomor peserta 42. Juara kedua diraih Samuel Edmund Tanijaya dari SMP Kalam Kudus Ambon dengan nomor peserta 48, sedangkan posisi ketiga ditempati Arthur Wilson Gunawan dari SMP Kalam Kudus Ambon dengan nomor peserta 8.
Keberhasilan para pelajar tersebut menjadi bukti pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga kesempatan bagi para peserta untuk mengasah strategi, meningkatkan konsentrasi, serta membangun mental bertanding.
Wali Kota Ambon sekaligus Ketua Umum KONI Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengingatkan para atlet muda agar terus berlatih dan tidak cepat berpuas diri atas pencapaian yang diraih.
Menurutnya, kompetisi yang diselenggarakan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kemampuan atlet sekaligus menjadi sarana untuk mengukur perkembangan prestasi mereka.
Bodewin juga berpesan agar para juara tetap rendah hati, sementara peserta yang belum berhasil diminta tidak menyerah dan terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Ia berharap KONI Kota Ambon bersama seluruh pengurus cabang olahraga terus menghadirkan kompetisi secara konsisten guna memperkuat pembinaan dan melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Selain prestasi olahraga, Bodewin menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan formal dan latihan. Para pelajar diharapkan mampu membagi waktu secara baik agar pencapaian di bidang olahraga tidak mengabaikan pendidikan sebagai bekal masa depan.
Keikutsertaan empat atlet dalam Kejurnas Catur di Tangerang menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk menguji kemampuan melawan peserta dari berbagai daerah. Dukungan KONI, sekolah, guru pendamping, dan orang tua diharapkan mampu membantu para atlet mempersiapkan diri secara maksimal.
Melalui pembinaan yang terarah dan kompetisi berkelanjutan, Ambon diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pecatur muda berbakat yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu mengharumkan nama Kota Ambon di panggung nasional. (AM)

















