ASAMMANIS.NEWS – MAGELANG – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Lindu Aji menggelar Lindu Aji Culture Fest 2026 di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat seni dan budaya, ekonomi kreatif, kegiatan sosial, serta pelestarian budaya Nusantara. Sekitar 10.000 anggota Lindu Aji turut hadir dalam kegiatan yang menjadi bagian dari agenda kepengurusan baru periode 2026-2031.
Dalam kegiatan tersebut, Lindu Aji menampilkan sekitar 1.000 kesenian Jatilan, melibatkan puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memberikan santunan kepada 550 anak yatim, fakir miskin, dan lanjut usia (lansia).
Ketua Dewan Pembina Lindu Aji, Mayjen (Purn) Fauka Noor Farid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya organisasi untuk ikut melestarikan budaya lokal sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan.
Menurut Fauka, pemilihan kawasan Candi Borobudur sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri karena Borobudur merupakan salah satu warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan dikenal di tingkat internasional.
“Dipilihnya objek wisata Candi Borobudur karena mengandung sejarah nenek moyang kita yang dikenal dunia internasional dan kearifan lokal. Candi Borobudur menjadi simbol yang sangat penting dalam melestarikan budaya. Dengan harapan mendapat restu dari para leluhur,” ujar Fauka.
Fauka yang juga dikenal sebagai Komandan Tim 08 tersebut mengatakan, Lindu Aji selama ini tidak hanya bergerak di bidang olahraga. Organisasi itu, kata dia, kini berupaya memperluas kiprah melalui kegiatan sosial dan pelestarian budaya atau nguri-uri budaya.
Ia memastikan parade budaya akan dikembangkan menjadi agenda tahunan Lindu Aji.
“Parade budaya ini akan menjadi program Lindu Aji setiap tahun,” katanya.
Dorong Perubahan Citra Ormas
Masuknya Fauka Noor Farid sebagai Ketua Dewan Pembina Lindu Aji membawa arah baru bagi organisasi tersebut. Ia ingin menjadikan Lindu Aji sebagai wadah pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara melalui kegiatan sosial, budaya, olahraga, serta kemasyarakatan.
Fauka sebelumnya mendapat mandat sebagai Ketua Dewan Pembina Lindu Aji dalam Kongres III DPP Lindu Aji di Semarang pada 13 Agustus 2026.
Selanjutnya, pengurus DPP Lindu Aji periode 2026-2031 dilantik di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, pada 13 September 2026.
Fauka mengatakan dirinya ingin mengubah stigma terhadap organisasi kemasyarakatan tersebut dengan memperkuat kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Saya ingin menunjukkan bahwa ini adalah ormas yang peduli dengan bangsa, tradisi, dan budayanya. Saya ingin mengubah stigma ormas ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan belum memiliki rencana membawa Lindu Aji menjadi partai politik.
Diminta Jadi Mitra TNI-Polri
Dalam kesempatan tersebut, Fauka meminta seluruh anggota Lindu Aji menjaga sikap dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.
Ia menegaskan anggota organisasi tidak boleh menggunakan kekerasan maupun bertindak secara arogan.
“Saya tekankan kepada seluruh anggota, ormas Lindu Aji mitra TNI-Polri. Menyelesaikan masalah dengan musyawarah, bukan dengan otot,” tegas Fauka.
Ia juga meminta seluruh jajaran Lindu Aji di berbagai daerah berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Kita kan punya banyak DPC di seluruh Jateng, jadi tugas Kamtibmas-nya diatur dan dikoordinasikan dengan Kodim dan Polres daerah setempat. Tidak boleh menjadi ‘APH’ sendiri dan arogan,” lanjutnya.
Berdiri Sejak 1989
Lindu Aji bermula dari kelompok yang didirikan Ikhwan Ubaidillah pada 1989. Organisasi tersebut kemudian berkembang menjadi yayasan sosial sebelum berubah menjadi organisasi kemasyarakatan pada 2015.
Dalam perkembangannya, Lindu Aji menyebut memiliki sekitar 100.000 anggota yang tersebar di berbagai wilayah, terutama Jawa Tengah.
Basis anggota organisasi tersebut juga banyak berasal dari kalangan pekerja informal, seperti tukang parkir, sekuriti, serta kelompok masyarakat lainnya.
Melalui kepengurusan baru periode 2026-2031, Lindu Aji berupaya memperluas kegiatan di bidang sosial, olahraga, seni, budaya, dan ekonomi kreatif.
Lindu Aji Culture Fest 2026 di Borobudur menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat arah tersebut. Melalui agenda budaya dan sosial, Lindu Aji ingin menjadikan seni dan budaya Nusantara sebagai bagian dari program tahunan sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. (AM.N-SBR)


















