ASAMMANIS.NEWS,MASOHI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mendorong Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah menyesuaikan kegiatan pendidikan di seluruh kecamatan. Pembelajaran tatap muka bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP sementara dialihkan ke sistem dalam jaringan (daring) selama tiga hari.
Keputusan tersebut disampaikan langsung Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir kepada sejumlah Awak media di Masohi, Selasa, 13/10/2026.
Zulkarnain mengatakan, kebijakan berlaku untuk seluruh kecamatan dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap yang semakin tebal dan berpotensi mengganggu kesehatan siswa.
“Berlaku (sekolah daring) sampai tiga hari ke depan. Karena mempertimbangkan kabut asap yang kian tebal,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap penyesuaian kegiatan belajar-mengajar ini dapat menjadi langkah perlindungan bagi peserta didik sambil menunggu kondisi lingkungan membaik.
Zulkarnain juga menyampaikan harapan agar kegiatan pendidikan dapat segera kembali berlangsung secara normal setelah kondisi memungkinkan.
“Mudah-mudahan membaik supaya kegiatan belajar-mengajar dapat dilakukan. Itu langkah pertama,” katanya.
Di luar sektor pendidikan, Pemkab Maluku Tengah terus berupaya menangani karhutla melalui koordinasi bersama instansi terkait. Pemerintah daerah juga menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk menyampaikan perkembangan kebakaran serta kebutuhan penanganan lanjutan.
Bupati menegaskan, penanganan kebakaran membutuhkan upaya bersama karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga menyentuh aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Pemberlakuan pembelajaran daring selama tiga hari menjadi salah satu langkah antisipasi pemerintah daerah di tengah situasi tersebut. Evaluasi terhadap kegiatan pendidikan selanjutnya diharapkan dapat mempertimbangkan perkembangan kabut asap dan kondisi kesehatan masyarakat.


















