ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, membuka ruang dialog dengan Pemerintah Negeri Hunitetu untuk membahas persoalan eks warga Amaina yang membutuhkan perhatian dan penanganan serius.
Pertemuan di Kantor Gubernur Maluku, kamis (15/10/26) tersebut menjadi momentum bagi pemerintah negeri untuk menyampaikan aspirasi secara langsung sekaligus mendorong penyelesaian persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sikap terbuka Gubernur dalam menerima aspirasi tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah negeri dalam menangani persoalan sosial. Namun, masyarakat berharap dialog itu tidak berhenti pada pertemuan, melainkan berlanjut pada langkah konkret yang memberikan kepastian bagi pihak-pihak terkait.
Persoalan eks warga Amaina membutuhkan penanganan yang cermat dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, keadilan, serta kepastian hukum. Karena itu, setiap pihak perlu diberikan ruang untuk menyampaikan informasi dan pandangan agar penyelesaian dapat ditempuh secara objektif dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Negeri Hunitetu, dan pihak terkait dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan penanganan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Keterbukaan pemimpin dalam mendengar aspirasi harus diikuti komunikasi berkelanjutan, kejelasan tindak lanjut, serta keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat kini berharap pertemuan tersebut menjadi pintu masuk bagi penyelesaian persoalan eks warga Amaina secara adil, bermartabat, dan berkelanjutan.
Dengan mengedepankan musyawarah, koordinasi, dan kepatuhan terhadap hukum, pemerintah diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tidak hanya menjawab persoalan yang ada, tetapi juga menjaga keharmonisan sosial di Maluku. (AM)


















