ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Maluku tidak sekadar menjadi seremoni. Dewan Pimpinan Wilayah Garda Pemuda NasDem (DPW GP NasDem) Provinsi Maluku menjadikannya sebagai ruang konsolidasi pemuda untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan merumuskan langkah nyata bagi masa depan daerah.
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk syukuran Sumpah Pemuda sekaligus silaturahmi bersama pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Maluku itu berlangsung penuh keakraban di Hotel Manise, Kota Ambon, Sabtu (31/10/26).
Sejumlah elemen kepemudaan, tokoh intelektual muda, serta pimpinan OKP lintas sektor hadir dalam forum tersebut. Mereka tidak hanya merayakan semangat Sumpah Pemuda, tetapi juga membicarakan berbagai persoalan strategis yang dihadapi Maluku.
Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kota Ambon memberikan apresiasi terhadap inisiatif GP NasDem Maluku yang dinilai mampu membuka ruang dialog dan mempertemukan berbagai kekuatan pemuda.
Menurutnya, forum seperti ini sangat penting karena pembangunan Maluku membutuhkan keterlibatan pemuda secara aktif, kritis, dan konstruktif.
Ia menilai GP NasDem telah mengambil langkah positif dengan merangkul berbagai elemen pemuda tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun kelompok.
“Ini bukan sekadar perayaan Sumpah Pemuda. Yang paling penting adalah bagaimana momentum ini menjadi ruang bersama untuk melahirkan gagasan dan gerakan nyata bagi Maluku,” ucapnya.
Salah satu isu strategis yang mendapat perhatian serius adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan tenaga kerja lokal Maluku menghadapi peluang investasi, khususnya dalam proyek strategis nasional Blok Masela.
Para pemuda menilai Maluku tidak boleh hanya menjadi tempat berlangsungnya investasi, sementara masyarakat lokal justru menjadi penonton.
Karena itu, diperlukan langkah sejak dini untuk mempersiapkan kualitas tenaga kerja lokal melalui pendidikan, pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga penguatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pesan yang mengemuka jelas: ketika peluang besar datang ke Maluku, anak-anak Maluku harus menjadi bagian dari mereka yang bekerja, mengelola, dan menikmati manfaat pembangunan tersebut.
Selain Blok Masela, forum juga membahas optimalisasi pengelolaan sumber daya alam, mineral, serta potensi kelautan Maluku. Pemuda mendorong agar kekayaan alam daerah dikelola secara berkelanjutan, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat lokal.
Tidak berhenti pada persoalan sumber daya alam dan ketenagakerjaan, diskusi juga menghasilkan gagasan mengenai penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, peningkatan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan, serta penguatan peran pemuda dalam mengawal kebijakan publik.
Gagasan pembentukan forum komunikasi pemuda lintas OKP juga mengemuka sebagai salah satu langkah untuk menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi antarelemen pemuda di Maluku.
Forum tersebut diharapkan tidak menjadi ruang diskusi sesaat, tetapi berkembang menjadi wadah bersama untuk mengawal berbagai isu strategis daerah.
Momentum Sumpah Pemuda ke-98 akhirnya menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diucapkan. Persatuan harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk berdiskusi, menyampaikan gagasan, mengawal kebijakan, dan mengambil bagian dalam pembangunan.
GP NasDem Maluku bersama para pimpinan OKP pun berkomitmen mendorong agar gagasan yang lahir dari forum tersebut tidak berhenti di atas kertas, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk kerja dan aksi nyata untuk Maluku. (AM.N)

















