ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Konflik sosial yang terjadi di kawasan Mataraman, Jakarta, dalam beberapa hari terakhir turut memicu penyebaran narasi bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial.
Pantauan asammanis.news, sejumlah akun media sosial mengunggah konten yang dinilai provokatif. Bahkan, terdapat unggahan yang memuat narasi mengenai keinginan memisahkan Maluku dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu unggahan yang menjadi sorotan berasal dari akun Facebook bernama Akmal Maulana. Dalam unggahan yang beredar luas, akun tersebut menulis, “Suku paling sering bikin onar di Pulau Jawa. Kami sebenarnya bisa toleransi antarperbedaan, tetapi kalian tidak punya adab dan etika di pulau kami seperti binatang. Seolah kalian adalah pribumi pulau ini karena kalian selalu berperilaku semena-mena di sini.”
Pada unggahan yang sama, akun tersebut juga menuliskan, “Pantaskah kami menilai kalian adalah manusia yang tidak tahu diri di rumah orang? Kalau tidak terima dan merasa tersakiti, sana pulang ke pulaumu, bikin negara sendiri.”
Unggahan itu kemudian ditutup dengan pernyataan, “Kami di sini punya aturan. Kami tidak rugi dan tidak menyesal buat apa bersatu sama manusia yang tidak tahu diri.”
Berdasarkan pantauan asammanis.news, tangkapan layar unggahan tersebut telah beredar luas di berbagai platform media sosial, khususnya di kalangan masyarakat Maluku dan Indonesia Timur. Penyebaran konten itu memicu beragam reaksi, mulai dari kecaman hingga kekhawatiran akan meningkatnya sentimen SARA di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait unggahan tersebut maupun identitas pemilik akun yang bersangkutan. Redaksi asammanis.news juga masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait untuk memastikan keaslian unggahan serta perkembangan penanganannya. (AM.N-SBR)


















