ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Hubungan strategis Indonesia dan India memasuki babak baru seiring kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan bilateral yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, khususnya energi dan sumber daya mineral (ESDM).
Dalam penyambutan resmi tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Selain menegaskan eratnya hubungan diplomatik kedua negara, pertemuan juga membahas peluang perluasan kerja sama di sektor minyak dan gas bumi (migas), batu bara, investasi, serta penguatan ketahanan energi.
Selama berada di Indonesia, PM Narendra Modi dijadwalkan menjalani sejumlah agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo, termasuk pertemuan bilateral yang membahas berbagai kepentingan strategis kedua negara. Kunjungan ini dinilai menjadi momentum untuk memperluas kemitraan Indonesia dan India di berbagai bidang, terutama sektor energi dan sumber daya mineral.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan India telah terjalin erat selama puluhan tahun dan memiliki prospek yang semakin besar untuk dikembangkan.
“Hubungan kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan India sudah lama terjalin dengan baik dan kita berkomitmen untuk meningkatkannya lebih baik. Kita akan wujudkan itu,” ujar Bahlil kepada awak media usai pertemuan bilateral di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/7).
Bahlil mengungkapkan, dalam pembahasan bilateral tersebut India menyatakan minat untuk memperluas kerja sama di sektor minyak dan gas bumi sebagai bagian dari penguatan kolaborasi energi kedua negara.
“Oh ya, kalau kerja sama sama India itu, beberapa perpanjangan yang mereka menyatakan keinginannya untuk masuk ke sektor oil and gas,” kata Bahlil.
Kunjungan ini juga memiliki nilai historis karena menjadi lawatan kedua Narendra Modi ke Indonesia setelah kunjungan pertamanya pada 2018. Sejak menjalin hubungan diplomatik pada 1951, Indonesia dan India terus mempererat kemitraan sebagai dua negara demokrasi besar di kawasan Asia.
Kerja sama kedua negara selama ini mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan maritim, energi, teknologi, pendidikan, hingga hubungan antarmasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kunjungan PM Modi sekaligus menegaskan kuatnya hubungan historis antara kedua negara.
“Perdana Menteri, terima kasih atas kunjungan ini. Kita memiliki ikatan yang telah terjalin sejak ribuan tahun lalu, sehingga kami sangat menghargai persahabatan antara Indonesia dan India,” ujar Presiden Prabowo.
Melalui pertemuan bilateral ini, Indonesia dan India menegaskan komitmen untuk terus memperluas kerja sama strategis yang saling menguntungkan. Penguatan kolaborasi di sektor energi dan sumber daya mineral diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan ketahanan energi, mendorong investasi, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara. (AM.N-SBR)


















