ASAMMANIS.NEWS – BANDUNG – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Maluku menegaskan arah politik organisasinya dengan menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto serta penguatan kader internal Partai Golkar di posisi strategis negara.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Maluku, Boy Sangaji, mengatakan stabilitas politik dan sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.
Dalam forum organisasi yang digelar di Bandung, SOKSI Maluku membawa empat poin rekomendasi strategis untuk diperjuangkan di tingkat nasional.
Salah satu poin utama adalah dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan hingga 2029. Menurut SOKSI Maluku, dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menjaga kesinambungan pembangunan dan stabilitas pemerintahan.
Di internal Partai Golkar, SOKSI Maluku juga secara terbuka mendorong Bahlil Lahadalia agar kembali memimpin Partai Golkar selama dua periode. Dukungan itu didasarkan pada penilaian bahwa Bahlil mampu menyatukan berbagai elemen dan faksi di tubuh SOKSI.
“Di zaman Ketum Bahlil, SOKSI bisa menyatu,” ujar perwakilan SOKSI Maluku dalam forum tersebut.
Selain itu, dukungan turut diberikan kepada Ketua Umum Depinas SOKSI, Misbakhun. SOKSI Maluku merekomendasikan Misbakhun untuk menduduki jabatan strategis nasional, baik sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI maupun Gubernur Bank Indonesia pada masa mendatang.
Tak hanya fokus pada agenda politik, SOKSI Maluku juga menegaskan komitmennya di bidang sosial dan kemanusiaan. Di bawah kepemimpinan Boy Sangaji, organisasi tersebut aktif menjalankan berbagai program kemasyarakatan di Maluku.
SOKSI Maluku tercatat telah menyalurkan bantuan senilai Rp100 juta untuk penanganan konflik sosial di Ambon. Organisasi itu juga melakukan rehabilitasi sejumlah fasilitas pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas belajar masyarakat.
Program santunan anak yatim, pendampingan buruh, hingga penguatan pelayanan sosial di berbagai daerah menjadi bagian dari agenda kerja organisasi untuk periode 2024–2029.
“SOKSI bukan hanya tentang politik, ini tentang kemanusiaan,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan organisasi tersebut.
Secara kelembagaan, SOKSI Maluku menilai hubungan harmonis dengan struktur Partai Golkar di daerah menjadi modal penting dalam memperkuat perjuangan aspirasi masyarakat Maluku di tingkat nasional.
Sinergi antara DPD Partai Golkar Maluku dan Depidar SOKSI Maluku bahkan disebut sebagai “dua sisi dari satu mata uang” yang saling melengkapi dalam agenda pembangunan daerah.
Sebagai langkah lanjutan, SOKSI Maluku juga menyiapkan pembentukan Badan Kerja Sama Hubungan Antarlembaga (BKHL). Lembaga ini diproyeksikan untuk memperjuangkan hak-hak buruh migran Indonesia di luar negeri, termasuk advokasi terkait kesejahteraan dan pengembalian hak-hak sosial mereka secara adil.
Dalam struktur kepengurusan terbaru, SOKSI Maluku diperkuat oleh Subhan Patimahu sebagai Ketua Harian, Henri Wattimena sebagai Sekretaris, dan Mariam Yamin sebagai Bendahara.
Dengan soliditas internal dan agenda sosial-politik yang terus diperkuat, SOKSI Maluku optimistis mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. (AM.N-SBR)

















