ASAMMNAIS.NEWS – Tual, Maluku – Perjalanan 25 tahun Imamat Uskup Diosis Amboina, Mgr. Zeno Ngutra, PR., mendapat apresiasi dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Perjalanan seperempat abad tersebut dinilai bukan hanya sebagai panggilan suci, tetapi juga wujud pengabdian dalam melayani Tuhan dan umat.
Apresiasi itu disampaikan Gubernur Maluku dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku, Drs. Titus F.L. Renwarin, pada perayaan Hari Ulang Tahun Imamat ke-25 Mgr. Zeno Ngutra di Kota Tual, Selasa, (6/10/26).
Lewerissa menilai perjalanan Imamat selama seperempat abad patut disyukuri karena menjadi bagian dari karya ilahi dalam pelayanan kepada umat.
“Pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan spiritual sebagai fondasi kehidupan sosial yang harmonis,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.
Menurut Lewerissa, pembangunan spiritual memiliki posisi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus membuka ruang kolaborasi dan kerja sama dengan para pemimpin agama dalam memperkuat landasan spiritual masyarakat.
Sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan pemimpin rohani, kata Gubernur, akan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan kemajuan daerah serta masyarakat.
Pada momentum tersebut, Lewerissa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Keuskupan Amboina atas dukungan serta doa yang terus mengiringi perjalanan panggilan Imamat Mgr. Zeno Ngutra selama 25 tahun.
Ia berharap perayaan tersebut semakin menguatkan Mgr. Zeno Ngutra dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh komunitas keuskupan serta terus menghadirkan berkat bagi keluarga dan masyarakat Maluku.
Menutup sambutannya, Gubernur Lewerissa menyampaikan tiga hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menjaga generasi muda dan kehidupan sosial masyarakat.
Pertama, Gubernur menyoroti maraknya praktik prostitusi, judi online, dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat menjerumuskan generasi muda menuju kehancuran masa depan.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya peningkatan peran imam, pastor, suster, dan frater dalam membimbing umat, khususnya generasi muda.
Kedua, Gubernur mengajak umat menjadikan gereja sebagai pusat peradaban, pembinaan akhlak, serta kajian iman Kristiani.
Ketiga, ia mendorong peningkatan sinergitas antarumat dan tokoh agama dalam menjaga kedamaian serta ketertiban sosial di tengah masyarakat.
Gubernur berharap seluruh pemimpin agama dan masyarakat terus memperkuat kebersamaan, sehingga kehidupan sosial di Maluku tetap terjaga dalam suasana damai, harmonis, dan saling menghormati.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing dan menyertai kita, kini dan sampai selama-lamanya,” tutup Gubernur.
Perayaan tersebut turut dihadiri Bupati Maluku Tenggara Haji M. Thaher Hanubun, Wali Kota Tual Haji Akhmad Yani Renuat, Uskup Diosis Amboina Mgr. Zeno Ngutra, Forkopimda Maluku Tenggara dan Kota Tual, para tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan pimpinan organisasi masyarakat, para pastor, suster, frater, Dewan Pastoral Paroki, pimpinan kelompok kategorial serta tamu undangan lainnya. (AM)


















