ASAMMANIS.NEWS — AMBON — Seorang wanita penjual petasan, Hawa Bahta (51), menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di depan PGSD Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 04.00 WIT. Korban yang mengalami luka serius langsung dilarikan ke RST dr. JA. Lattumeten Ambon untuk mendapatkan perawatan.
Peristiwa itu menimbulkan sejumlah luka pada tubuh korban. Hawa mengalami luka tusuk di jari telunjuk kiri, sobekan pada punggung, siku, serta bagian bawah ketiak, pundak, dan lengan atas kiri. Selain itu, ia juga menderita luka ringan di dada, jidat, pipi kiri, serta memar pada mata kanan dan pangkal hidung.
Insiden tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi, Mesya Amua Intopiana. Sekitar pukul 04.13 WIT, Mesya yang sedang berada di teras IGD rumah sakit berjarak sekitar 300 meter dari lokasi, didatangi seorang warga tak dikenal yang meminta tolong dan mengabarkan bahwa seorang perempuan telah ditikam.
Menerima informasi itu, Mesya bersama beberapa rekannya langsung menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), mereka menemukan korban tergeletak dalam kondisi lemah dan bersimbah darah di lapak penjualan petasan miliknya. Mesya kemudian meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian.
Tak lama kemudian, personel Polresta Ambon dipimpin Kabag Log Polresta Ambon, Kompol Y. Alfon, tiba di TKP untuk melakukan olah TKP serta memastikan kondisi korban.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Yoga Putra Prima Setya, membenarkan adanya peristiwa penikaman tersebut. Ia mengatakan bahwa pelaku masih dalam penyelidikan, sementara polisi telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap identitas dan motif pelaku.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat, terutama keluarga korban, agar tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Mohon agar tidak terprovokasi dengan berita hoax dan mempercayakan kepada aparat kepolisian untuk penanganannya,” ujarnya. (AM.N-RP)


















