ASAMMANIS.NEWS – PASURUAN – Distribusi gas bumi di Indonesia kini memasuki babak baru. Tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jaringan pipa, gas produksi dalam negeri mulai dicairkan dalam skala mini menjadi Liquefied Natural Gas (LNG) untuk memperluas jangkauan distribusi ke kawasan industri dan pembangkit listrik.
Langkah strategis tersebut ditandai dengan peresmian Kilang Mini LNG PT Liquid Nusantara Gas di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, Rabu (11/2), oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot. Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama yang beroperasi di Pulau Jawa.
Yuliot menyatakan, kehadiran kilang tersebut menjadi momentum penting dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik guna mendukung ketahanan energi nasional.
“Peresmian kilang mini LNG PT Liquid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya,” ujar Yuliot.
Ia menambahkan, distribusi LNG melalui skema mini plant membuka peluang penyaluran energi ke berbagai wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas. Ke depan, tidak tertutup kemungkinan model distribusi ini diperluas ke berbagai daerah di Indonesia.
Kilang Mini LNG tersebut memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Gas kemudian dicairkan menjadi LNG agar lebih efisien dan fleksibel dalam distribusi ke pembangkit listrik, kawasan industri, maupun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.
Proyek ini dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar dan memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari atau hampir 7.000 ton per tahun.
Yuliot berharap fasilitas ini dapat menjadi model pengembangan teknologi pemanfaatan gas di daerah penghasil gas bumi lainnya.
Dari sisi industri nasional, proyek ini mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Kementerian ESDM, TKDN fasilitas ini mencapai sekitar 86 persen, jauh di atas standar ketentuan yang berkisar 30–40 persen.
“Capaian ini menunjukkan kolaborasi teknologi yang kuat. Tadi juga disampaikan bahwa proyek ini merupakan kolaborasi antara Indonesia dengan Galileo Technologies dari Argentina,” jelasnya.
Di atas lahan seluas satu hektare, PT Liquid Nusantara Gas mengoperasikan unit modular cryobox berbasis teknologi Nano LNG Liquefaction. Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas, Wira Rahardja, mengungkapkan saat ini terdapat tiga unit cryobox dari Galileo Technologies yang beroperasi dan akan ditambah menjadi lima unit.
“Teknologi ini kami pilih karena paling tepat untuk mini LNG. Selain mudah dipindahkan, proses instalasi dan pengoperasiannya relatif cepat. Ke depan akan ada lima cryobox dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan,” ujar Wira.
Teknologi cryobox menggabungkan prinsip Joule-Thomson dengan sistem loop refrigerant tertutup berbasis propana. Sistem ini memungkinkan unit mulai memproduksi LNG dalam waktu sekitar lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam 10 menit. Karakter modular tersebut dinilai cocok untuk lokasi industri maupun pelabuhan kecil tanpa memerlukan infrastruktur besar dan permanen.
Duta Besar Argentina untuk Indonesia, Gustavo Ricardo Coppa, menyatakan proyek ini menjadi simbol kolaborasi teknologi antara kedua negara dalam mendukung transisi energi.
“Melalui Galileo Technologies, Argentina menyediakan solusi modular dan efisien yang mendukung transisi energi. Proyek ini bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga langkah konkret dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia, memperluas pilihan bahan bakar bersih, dan mengembangkan infrastruktur modern di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Dengan hadirnya kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa ini, pemerintah berharap pemanfaatan gas bumi domestik semakin optimal serta mampu mendukung kebutuhan energi industri dan ketenagalistrikan secara lebih merata di berbagai wilayah. AM.N-SBR




















