ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menegaskan pentingnya peran organisasi kemahasiswaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang progresif dan berkeadilan. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) ke-15 Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC-IMM) Kota Ambon di Aula BKPSDM Provinsi Maluku, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Wattimena mengapresiasi pelaksanaan Muscab sebagai bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi sekaligus ruang lahirnya kader-kader muda yang visioner dan adaptif menghadapi tantangan zaman.
“Muscab bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk melahirkan pemimpin muda yang mampu membawa perubahan dan menjawab kebutuhan masyarakat ke depan,” ujarnya.
Mengusung tema “Regenerasi Kepemimpinan Ikatan yang Transformatif dan Berkemajuan”, Wali Kota menilai IMM memiliki tanggung jawab besar menjaga eksistensi organisasi sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Ambon dan Provinsi Maluku.
Menurutnya, kepemimpinan transformatif tidak hanya berbicara soal pergantian estafet organisasi, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi, menjaga idealisme, serta tetap relevan di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
“Kepemimpinan yang transformatif harus mampu menjaga marwah organisasi dan pada saat yang sama membangun sinergi untuk memajukan daerah tempat kita hidup, yakni Kota Ambon dan Maluku,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Wattimena menyampaikan tiga pesan penting kepada kader IMM. Pertama, Muscab harus menjadi momentum memperkuat organisasi secara internal sekaligus memperluas kolaborasi eksternal bersama pemerintah dan masyarakat.
Ia berharap IMM dapat menjadi mitra konstruktif yang mendukung program pembangunan selama kebijakan pemerintah tetap berjalan sesuai kepentingan rakyat.
“Kalau kita membaca AD/ART organisasi, semuanya berbicara tentang keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Itu juga menjadi tugas pemerintah. Karena itu, ketika pemerintah bekerja sesuai arah yang benar, maka organisasi juga perlu memberikan dukungan,” tegasnya.
Kedua, ia mengingatkan para kader agar tidak membangun kepemimpinan yang egois karena hal tersebut sering menjadi pemicu perpecahan dalam organisasi.
Ketiga, di tengah kondisi keterbatasan anggaran daerah, Wattimena meminta IMM tetap kritis namun mengedepankan data dan fakta dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
“Pemerintah tidak anti kritik. Kami terbuka terhadap semua masukan, tetapi kritik harus disampaikan berdasarkan fakta dan data yang benar, bukan asumsi,” tandasnya.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota berharap Muscab ke-15 PC-IMM Kota Ambon dapat melahirkan keputusan-keputusan strategis serta menghadirkan kepemimpinan baru yang amanah, progresif, dan mampu membawa organisasi semakin berkemajuan. (AM.N-MS)


















