ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Menyusutnya anggaran desa menuntut pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk lebih kreatif mencari sumber pendapatan baru. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mendorong BPD dan kepala desa tidak hanya bergantung pada dana pemerintah, tetapi mulai menggali potensi Pendapatan Asli Desa (PADes) untuk membiayai pembangunan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wattimena saat meresmikan anggota BPD Negeri Lama, Poka, dan Wayame untuk masa bakti 2026–2034, Senin (12/10/26), di Unit Layanan Administrasi (ULA) Balai Kota Ambon.
Menurut Wattimena, keterbatasan anggaran harus dijawab dengan inovasi, perencanaan yang tepat, serta kerja sama antara BPD dan pemerintah desa. Ia menyoroti kondisi alokasi Dana Desa yang disebut kini berada di kisaran Rp300 juta, sehingga pemerintah desa dituntut lebih cermat menentukan prioritas pembangunan.
Ia menegaskan, BPD dan kepala desa merupakan dua unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Keduanya memiliki peran berbeda, tetapi harus berjalan beriringan untuk memastikan kebijakan dan program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
“Olehnya itu, pemerintah kota berharap semua desa bisa berkembang dan maju di tangan kades dan BPD. Kedua pihak ini harus bekerja sama dan berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari waktu ke waktu,” ungkapnya.
Wattimena juga mengingatkan bahwa BPD merupakan perwakilan masyarakat yang dipercaya untuk menjadi mitra kepala desa. Karena itu, perbedaan pandangan tidak boleh berkembang menjadi konflik yang justru menghambat pelayanan dan pembangunan.
BPD, katanya, harus menjalankan fungsi penyeimbang secara konstruktif, memperjuangkan aspirasi warga, serta membangun komunikasi yang sehat dengan pemerintah desa.
Selain persoalan anggaran, Wali Kota turut menyoroti ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Niño yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta mengurangi ketersediaan air bersih.
Ia mengimbau pemerintah desa, BPD, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, menggunakan air secara bijak, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Wattimena juga meminta BPD berperan sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan kepala desa. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi modal penting untuk mewujudkan visi Ambon Manise yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
Peresmian anggota BPD tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Ambon, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, para kepala desa, serta rohaniawan.
Mengakhiri arahannya, Wattimena meminta anggota BPD yang baru diresmikan segera menyesuaikan diri, menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah desa.
Di tengah keterbatasan anggaran, tantangan BPD dan pemerintah desa bukan sekadar menjalankan administrasi, melainkan menemukan solusi agar pembangunan tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat tidak terabaikan. (AM-MS)


















