ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan seluruh jajaran Kementerian ESDM harus mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap pengambilan keputusan. Ia meminta pegawai tidak tunduk pada tekanan pihak yang berupaya memengaruhi kebijakan demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Pesan tersebut disampaikan Bahlil saat memimpin Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Jumat (23/10). Ia mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya mineral dan energi merupakan amanat negara yang harus diarahkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat,” tegas Bahlil.
Menurutnya, perjalanan 81 tahun sektor pertambangan dan energi bukan sekadar catatan sejarah, melainkan pengingat atas tanggung jawab besar negara dalam mengelola kekayaan alam. Sejak awal kemerdekaan, sektor ini menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Bahlil mencontohkan prinsip keberpihakan tersebut melalui penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan. Ia mengakui sejumlah perusahaan besar memprotes kebijakan pemerintah karena persetujuan RKAB yang diberikan tidak sepenuhnya sesuai dengan permintaan mereka.
Namun, menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya mengakomodasi kepentingan perusahaan besar tanpa mempertimbangkan keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saya tahu banyak perusahaan-perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha pertambangan agar mematuhi kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri, reklamasi dan pascatambang, serta standar keselamatan kerja. Kepada jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Bahlil meminta penegakan hukum dilakukan secara konsisten tanpa terpengaruh tekanan pengusaha yang tidak mematuhi ketentuan.
“Tegakkan aturan, disiplinkan aturan,” katanya.
Keberpihakan terhadap masyarakat, lanjut Bahlil, juga harus diwujudkan melalui pemerataan akses energi, terutama listrik. Meski rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 99,85 persen, ia menyebut masih terdapat sekitar 11.000 desa dan dusun yang belum menikmati layanan listrik.
Pemerintah menargetkan persoalan tersebut diselesaikan melalui percepatan program elektrifikasi. Pada tahun ini, Program Listrik Desa menyasar 2.065 lokasi, dengan sasaran seluruh rumah tangga memperoleh akses listrik pada 2029.
Bahlil menegaskan, capaian kinerja Kementerian ESDM tidak boleh berhenti pada penyusunan rencana dan konsep. Ia mengapresiasi perbaikan pelayanan birokrasi yang dinilai mulai mengurangi keluhan masyarakat dan dunia usaha, tetapi meminta seluruh jajaran memastikan setiap kebijakan benar-benar terlaksana.
“Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep,” ujarnya.
Dalam upacara tersebut, Bahlil selaku inspektur upacara turut menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, Satyalancana Pembangunan, dan Satyalancana Karya Satya. Ia juga menyerahkan Keputusan Menteri ESDM tentang kenaikan pangkat pegawai negeri sipil (PNS).
Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 turut diisi sejumlah kegiatan sosial. Berdasarkan laporan panitia, kegiatan donor darah mencatat 2.443 pendaftar dan menghasilkan 1.628 kantong darah. Kementerian ESDM juga menyalurkan bantuan sosial senilai Rp2,6 miliar untuk penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, kementerian menggelar vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS yang diikuti 885 pegawai.
Rangkaian peringatan dilanjutkan dengan pemberian Penghargaan Energi Subroto dan peluncuran program Pengawal Energi. Kementerian ESDM juga menjadwalkan kegiatan Energy Day yang melibatkan seluruh pegawai.
Memasuki usia ke-81, Bahlil mengajak seluruh insan ESDM memperkuat integritas, keberanian mengambil keputusan, dan disiplin dalam menuntaskan pekerjaan. Ia menekankan bahwa pengelolaan sumber daya energi dan mineral harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (AM.N-SBR)



















