ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat nilai ekspor Maluku pada Semester I Tahun 2026 mencapai US$28,46 juta, meningkat 23,06 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi indikator positif meningkatnya aktivitas perdagangan luar negeri sekaligus menunjukkan mulai berdampaknya berbagai kebijakan ekonomi yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH., LL.M.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Achmad Jais, mengatakan peningkatan nilai ekspor tersebut merupakan hasil dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perdagangan, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha Maluku, Senin (03/08/26)
Menurutnya, sejak awal kepemimpinannya, Gubernur Hendrik Lewerissa mengarahkan seluruh organisasi perangkat daerah untuk bekerja secara kolaboratif, cepat, dan berorientasi pada hasil, sehingga setiap program mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Sejak awal, Bapak Gubernur Hendrik Lewerissa mengarahkan seluruh perangkat daerah bekerja lebih kolaboratif, cepat, dan berorientasi pada hasil. Pertumbuhan ekspor yang dirilis BPS ini menjadi salah satu indikator bahwa kebijakan tersebut mulai memberikan dampak positif bagi perekonomian Maluku,” ujar Achmad Jais.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Maluku terus memperkuat berbagai strategi, mulai dari pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan kualitas produk, fasilitasi sertifikasi, promosi dagang, hingga pendampingan bagi pelaku usaha agar mampu menembus pasar ekspor.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah membangun ekosistem perdagangan yang terintegrasi melalui Pojok Layanan LAWAMENA (Lawamena Service Corner). Layanan terpadu tersebut akan memudahkan masyarakat memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), konsultasi ekspor, hingga pendampingan pemasaran internasional dalam satu lokasi.
Berdasarkan data BPS, ekspor Maluku masih didominasi komoditas nonmigas dengan negara tujuan utama Tiongkok dan Hong Kong. Di sisi lain, komoditas asal Maluku yang dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan, menunjukkan besarnya potensi ekonomi daerah yang terus berkembang.
Achmad Jais menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku akan terus mendorong peningkatan nilai tambah komoditas unggulan, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan lebih banyak eksportir baru dari Maluku.
“Harapan Bapak Gubernur sangat jelas, yakni agar setiap peningkatan ekspor memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ketika ekspor meningkat, produksi bertambah, lapangan kerja terbuka, pendapatan pelaku usaha meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Maluku ikut naik. Itulah esensi pembangunan yang sedang diwujudkan melalui SAPTA CITA LAWAMENA,” katanya.
Pemerintah Provinsi Maluku optimistis tren pertumbuhan perdagangan luar negeri akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, sektor ekspor diharapkan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah menuju Maluku yang maju, berdaya saing, dan sejahtera. (AM.N-MS)


















