ASAMMANIS.NEWS – PALEMBANG – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan partainya akan tetap mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam menjalankan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Minggu.
Menurut Bahlil, dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan keputusan politik Partai Golkar yang akan terus dijaga tanpa dibatasi oleh jangka waktu tertentu.
“Kalau ada pertanyaan sampai kapan kita bersama, tanyakan kepada Bapak Presiden Prabowo sampai kapan. Golkar akan selalu setia bersama pemerintah Bapak Presiden Prabowo,” ujar Bahlil.
Ia menilai Partai Golkar memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan, khususnya dalam memastikan berbagai program pemerintah dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menegaskan komitmen mendukung pemerintah, Bahlil juga mematok target peningkatan perolehan kursi legislatif pada Pemilu mendatang. Ia meminta seluruh jajaran partai bekerja lebih keras untuk melampaui capaian yang diraih pada pemilu sebelumnya.
“Yang pertama adalah Golkar harus menaikkan kursi. Sekarang 102, harus menaikkan kursi lebih dari 102. Di DPR provinsi sekarang 11, harus naik di atas 12. Begitupun di DPRD lainnya, harus naik,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Bahlil menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke tingkat akar rumput. Ia meminta ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan yang terpilih segera melakukan konsolidasi menyeluruh setelah pelaksanaan Musda.
“Setelah musda ini, saya meminta kepada ketua terpilih harus segera melakukan konsolidasi ke kabupaten/kota. Setelah itu kecamatan, kemudian desa-desa,” ujar Bahlil.
Menurutnya, penguatan struktur organisasi dan soliditas kader menjadi kunci bagi Partai Golkar untuk meningkatkan elektabilitas sekaligus memperkuat posisi partai dalam menghadapi kontestasi politik pada Pemilu mendatang. (AM.N-SBR)



















