ASAMMANIS.NEWS — BULA — Hari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang semestinya dirayakan dengan suka cita, justru berubah menjadi hari berkabung. Mantan Bupati SBT dua periode, Abdul Mukti Keliobas, mengembuskan napas terakhir tepat di momentum hari jadi daerah yang pernah ia pimpin dan perjuangkan.
Kabar wafatnya Mukti Keliobas menyebar cepat dan langsung menyelimuti Bula serta wilayah sekitarnya dengan suasana duka mendalam. Rangkaian peringatan HUT yang biasanya diwarnai semangat kebersamaan, refleksi pembangunan, dan doa syukur, kali ini berlangsung dalam keheningan. Masyarakat SBT seakan terpukul oleh kenyataan pahit kehilangan sosok sentral di hari lahir daerahnya.
Bagi warga Seram Bagian Timur, Mukti Keliobas bukan sekadar mantan kepala daerah. Ia merupakan figur penting dalam sejarah pemerintahan dan pembangunan SBT. Selama dua periode kepemimpinannya pada 2015–2024, almarhum dikenal sebagai pemimpin yang sederhana, pekerja keras, dan memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat.
Dalam masa kepemimpinannya, Mukti Keliobas menorehkan berbagai kebijakan strategis, mulai dari penguatan fondasi pemerintahan, pembangunan infrastruktur dasar, hingga peningkatan pelayanan publik. Di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan geografis wilayah kepulauan, ia tetap berupaya menjaga stabilitas, persatuan, dan harmoni sosial di daerah yang majemuk.
Kepergian almarhum di momen bersejarah SBT dimaknai banyak pihak sebagai simbol pengabdian yang utuh. Sejumlah tokoh masyarakat menilai, Mukti Keliobas seolah menutup perjalanan hidupnya bersamaan dengan hari lahir daerah yang ia cintai.
“Beliau seperti berpulang di hari kelahiran SBT, daerah yang ia rawat dan perjuangkan sepanjang hidupnya,” ujar tokoh masyarakat, Hafas Kelirey, dengan nada haru.
Ungkapan duka cita pun mengalir dari berbagai kalangan. Pemerintah daerah, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat umum menyampaikan rasa kehilangan atas wafatnya almarhum. Di media sosial, ribuan pesan belasungkawa, doa, dan kenangan tentang kepemimpinan Mukti Keliobas terus bermunculan.
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur mengimbau masyarakat untuk turut mengheningkan cipta serta mendoakan almarhum. Bagi warga SBT, HUT ke-22 tahun ini akan selalu dikenang bukan hanya sebagai penanda usia daerah, tetapi juga sebagai hari perpisahan dengan seorang pemimpin yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Seram Bagian Timur.
“Selamat jalan, Abdul Mukti Keliobas. Jasamu akan selalu tercatat dalam sejarah SBT. Doa rakyat mengiringi kepergianmu, dan pengabdianmu tak akan pernah dilupakan,” tutup Hafas. (AM.N-PR)


















