ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Isu yang beredar di ruang publik terkait tudingan bahwa Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, “membenci Islam” dipastikan tidak benar dan dinilai sebagai informasi menyesatkan. Narasi tersebut disebut sebagai hoaks provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas dan kerukunan antarumat beragama di Maluku.
Sejumlah pihak menilai tudingan tersebut tidak berdasar. Dalam berbagai kesempatan, Gubernur Maluku diketahui aktif menghadiri dan mendukung kegiatan keagamaan, termasuk agenda yang berkaitan dengan umat Islam. Kehadirannya dalam kegiatan Ramadan, pelantikan organisasi Islam, hingga dukungan terhadap seni dan budaya Islami menjadi catatan publik selama ini.
Fungsionaris DPP Hena Hetu, Rajab Tatuhey, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menanggapi isu tersebut secara berlebihan. Menurutnya, informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya justru berpotensi memecah belah persatuan, terlebih menjelang dan selama bulan suci Ramadan.
“Mari kita fokus pada ibadah dan memperkuat kebersamaan, bukan terjebak dalam isu-isu provokatif yang dapat merusak kerukunan,” ujar Rajab dalam keterangannya.
DPP Hena Hetu juga mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tetap solid mendukung pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas dan kedamaian. Ramadan, menurutnya, harus menjadi momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah keberagaman.
Lebih lanjut, pihaknya menilai maraknya penyebaran hoaks tidak dapat dilepaskan dari situasi sosial yang belakangan diwarnai potensi gesekan horizontal. Karena itu, DPP Hena Hetu meminta aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan fitnah dan informasi palsu.
“Mari bersama menjaga Maluku tetap damai dan rukun, demi Maluku yang lebih baik,” tutupnya. AM.N-SBR


















