ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Taman Budaya, Karang Panjang Ambon, Senin (10/08/26).
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Sirimau Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan dua momentum bersejarah tersebut.
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, mengatakan kegiatan ini memiliki makna penting bagi Kota Ambon yang sejak 2019 ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network bidang musik dengan predikat City of Music.
“Predikat City of Music bukan sekadar gelar, tetapi merupakan identitas sekaligus tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, mengembangkan dan mewariskan kekayaan musik yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon,” kata Ely.
Menurutnya, musik bagi masyarakat Ambon dan Maluku bukan hanya sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan sosial, menjadi sarana membangun kebersamaan, mempertemukan berbagai perbedaan, sekaligus menyampaikan pesan perdamaian.
Dalam konteks tersebut, jukulele dinilai menjadi salah satu kekayaan musik yang dekat dengan masyarakat. Alat musik tersebut tidak hanya menghadirkan kreativitas, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan yang perlu terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi muda.
“Festival ini jangan hanya dimaknai sebagai perlombaan untuk mencari juara, tetapi harus menjadi ruang silaturahmi, ruang kreativitas dan ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Ely berharap kegiatan tersebut mampu menjadi wadah untuk memperkuat potensi dan kreativitas lokal sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya juga dapat memberikan dampak ekonomi melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil yang turut meramaikan kegiatan.
Kepada seluruh peserta, Ely berpesan agar tampil percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia juga mengajak peserta menjadikan lomba tersebut sebagai ruang untuk belajar, mengembangkan bakat, serta memperoleh pengalaman baru.
“Pada akhirnya, kemenangan bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” tuturnya.
Ely kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan musik sebagai salah satu kekuatan budaya Kota Ambon.
“Mari kita buktikan bahwa musik bukan hanya menghibur, tetapi mampu menyatukan perbedaan, menyebarkan pesan perdamaian, menumbuhkan cinta dan mempererat persaudaraan,” pungkasnya. (AM.N-MS)


















