ASAMMANIS.NEWS – Namrole – Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Ali Lessy, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan daerah serta penguatan peran partai dalam menjawab tantangan global dan lokal. Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan yang digelar di Gedung Serbaguna Namrole, Rabu (8/4/2026).
Dalam pidatonya, Umar Ali Lessy menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari dinamika geopolitik hingga ketegangan ekonomi dunia. Menurutnya, situasi tersebut menuntut setiap daerah, termasuk kekuatan politik, untuk mampu beradaptasi secara cepat dan tepat.
“Hari ini kita hidup dalam dunia yang penuh ketidakpastian. Dinamika geopolitik global dan perubahan pola persaingan antarnegara menuntut kita untuk terus beradaptasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun Indonesia masih mampu menjaga stabilitas dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif baik, tantangan ke depan tidaklah ringan. Karena itu, dibutuhkan kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Dalam konteks Maluku, Umar menekankan posisi strategis wilayah tersebut sebagai daerah maritim dengan potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun, ia juga mengakui masih adanya berbagai kendala, seperti keterbatasan konektivitas, tingginya biaya logistik, serta ketergantungan pada sektor primer.
“Pertumbuhan ekonomi Maluku memang menunjukkan tren positif, namun masih perlu dipercepat. Tingkat kemiskinan juga menurun, tetapi masih relatif tinggi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, termasuk Partai Golkar,” katanya.
Secara khusus, ia menyoroti kondisi Kabupaten Buru Selatan sebagai daerah otonom yang berdiri sejak 2008. Menurutnya, daerah tersebut telah menunjukkan kemajuan, namun masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar.
Umar menyebutkan, struktur ekonomi Buru Selatan masih bertumpu pada sektor primer, tingkat kemiskinan berada di kisaran 14 persen, serta lapangan kerja yang didominasi sektor informal. Selain itu, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan dinilai belum merata.
“Buru Selatan saat ini berada pada fase penting, yakni transisi dari pembangunan dasar menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, dalam kondisi tersebut, Partai Golkar harus mengambil peran strategis, tidak hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan rakyat.
Di sisi lain, Umar juga mengingatkan kader Golkar untuk melakukan evaluasi internal. Ia mengakui, performa elektoral partai di Buru Selatan menunjukkan dinamika, dengan tren naik di satu periode namun mengalami penurunan pada pemilu terakhir.
“Ini menjadi bahan refleksi bagi kita semua untuk memperkuat konsolidasi dan kerja-kerja politik ke depan,” tegasnya.
Musda ke-V Golkar Buru Selatan ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis partai dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah dan agenda politik mendatang. AM.N-SBR



















