ASAMMANIS.NEWS – Jakarta, 4 Mei 2026 – Direktur Politik Anak Muda Indonesia (POLAM Indonesia), Abubakar Karepesina, menilai kebijakan pemerintah yang masih menjadikan batu bara sebagai salah satu andalan energi nasional merupakan langkah realistis di tengah tekanan global dan dinamika geopolitik energi.
Pria yang akrab disapa Bung Andar Karepesina itu menyatakan, Indonesia masih membutuhkan stabilitas pasokan energi guna menjaga pertumbuhan ekonomi, ketahanan sektor industri, serta keberlanjutan pembangunan nasional.
“Dalam kondisi saat ini, batu bara masih memainkan peran strategis sebagai sumber energi yang relatif stabil, terjangkau, dan mampu menjamin kebutuhan listrik nasional,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemanfaatan batu bara tidak boleh mengesampingkan agenda transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, pemerintah perlu terus mempercepat investasi pada energi baru dan terbarukan, sekaligus memperkuat pengembangan teknologi energi bersih. Kebijakan energi nasional, kata dia, harus dijalankan secara seimbang dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, lingkungan, dan keberlanjutan jangka panjang.
“Realitas hari ini menuntut kebijakan energi yang adaptif. Batu bara masih dibutuhkan, tetapi arah kebijakan harus tetap menuju transformasi energi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah untuk memastikan proses transisi energi dilakukan secara bertahap dan berkeadilan, agar tidak menimbulkan guncangan sosial maupun ekonomi, baik bagi masyarakat maupun sektor industri.
POLAM Indonesia, lanjutnya, berkomitmen mendukung kebijakan energi yang berpihak pada kepentingan nasional dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan.
“Untuk persatuan, untuk Indonesia,” pungkasnya. AM.N-SBR


















