ASAMMANIS.NEWS – Ambon – Polemik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Maluku terus menjadi perbincangan hangat di ruang publik dan berbagai platform media sosial. Dinamika ini mencuat setelah adanya perubahan mandat kepemimpinan di tingkat wilayah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP di bawah kepemimpinan Muhammad Mardiono telah memberikan mandat kepemimpinan PPP Maluku kepada Reza Bahaweres. Namun demikian, di tengah keputusan tersebut, muncul isu adanya pembangkangan dari sejumlah kader terhadap instruksi Ketua Umum PPP di wilayah Maluku.

Di media sosial, beredar flayer ucapan Ramadan yang diterbitkan oleh kepengurusan lama dan masih mengatasnamakan PPP. Dalam materi tersebut tercantum nama Aziz sebagai Ketua Wilayah Maluku, Rofik sebagai Sekretaris Wilayah Maluku, dan Naufal sebagai Bendahara.
Narasi yang menyertai unggahan di fitur story WhatsApp itu memuat tagar “#satuarah #DPWPPPMaluku #AzizRofikNaufal #LawanKezaliman”. Bahkan, dalam flayer tersebut masih tertulis struktur kepengurusan lama, meski secara organisatoris telah terjadi pergantian mandat oleh DPP.
Situasi ini memicu beragam respons dari kader maupun simpatisan PPP di Maluku. Sejumlah pihak menilai persoalan tersebut perlu diselesaikan secara internal melalui mekanisme organisasi, guna menjaga soliditas partai menjelang agenda politik mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak-pihak yang disebutkan terkait beredarnya flayer tersebut maupun dinamika internal yang berkembang. AM.N-SBR



















