ASAMMANISNEWS,SBB – Upaya pencarian terhadap Dedi Suneth (46), warga Dusun Leamahu, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang sempat dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, Rabu (12/8/2026).
Korban ditemukan melalui operasi penyelaman yang dilakukan Tim Penyelam Basarnas di sekitar lokasi kejadian. Dedi ditemukan pada kedalaman sekitar 20 meter, dengan jarak kurang lebih 50 meter dari titik awal kejadian.
Dantim Operasi SAR, Marlon Salawane, menjelaskan bahwa setelah tiba di Dusun Leamahu sekitar pukul 15.00 WIT, tim langsung berkoordinasi dengan keluarga korban dan seluruh unsur SAR yang terlibat.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga kuat terjatuh ke laut dan tenggelam setelah penyakit epilepsi yang dideritanya kambuh saat melaut.
“Menurut informasi yang kami terima dari keluarga, kami menyimpulkan korban diduga kuat terjatuh dan tenggelam akibat penyakit epilepsi yang kambuh pada saat itu,” ujar Marlon.
Ia mengatakan, saat kejadian tidak ada masyarakat yang melihat secara langsung korban terjatuh ke laut. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.00 WIT.
Keberadaan korban baru diketahui setelah perahu miliknya ditemukan oleh masyarakat sekitar pukul 07.00 WIT dalam kondisi kosong tanpa penumpang.
Setelah menerima informasi tersebut, keluarga bersama masyarakat melakukan pencarian sebelum meminta bantuan kepada Basarnas dan unsur SAR lainnya.
Tim kemudian mengerahkan dua personel penyelam Basarnas untuk melakukan pencarian bawah air di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik korban tenggelam.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.40 WIT, tim penyelam berhasil menemukan korban di kedalaman 20 meter dalam kondisi meninggal dunia.
Korban selanjutnya dievakuasi ke permukaan dan dibawa menuju kediamannya di Dusun Leamahu untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sekitar pukul 18.30 WIT, Tim SAR Gabungan tiba di Dusun Leamahu dan menyerahkan jenazah korban kepada keluarga untuk proses lebih lanjut.
Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan sejumlah unsur potensi SAR, di antaranya Basarnas, Polsek Kairatu, Polair Polres SBB, Pemerintah Negeri Kairatu, BPBD Kabupaten SBB, Baznas, serta masyarakat Dusun Leamahu.
Sejumlah peralatan turut digunakan dalam operasi tersebut, yakni truk personel, rubber boat, peralatan selam, dan longboat milik masyarakat.
Dengan berhasil ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Basarnas Ambon menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga.


















