ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi teratas dalam tingkat popularitas menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO). Ketua Umum Partai Golkar itu unggul dalam pengenalan spontan publik (top of mind) maupun tingkat popularitas di antara sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara.
Dalam pertanyaan mengenai nama-nama menteri Kabinet Merah Putih yang diketahui responden secara spontan, Bahlil meraih skor 37,5 persen. Angka tersebut menempatkannya di atas Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang memperoleh 34,1 persen.
Posisi berikutnya ditempati Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan 21,7 persen, disusul Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 16,5 persen.
Keunggulan Bahlil juga terlihat dalam indikator popularitas. Ia mencatat angka 70,4 persen, mengungguli sejumlah nama lain yang masuk dalam daftar survei tersebut.
Popularitas di Bidang Ekonomi Menonjol
Popularitas Bahlil semakin mencolok ketika penilaian difokuskan pada jajaran menteri yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Dalam kategori ini, ia memperoleh tingkat popularitas 77,4 persen, jauh di atas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mencatat 23,5 persen.
Di bawah keduanya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman memperoleh 14,8 persen, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono sebesar 11 persen, serta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dengan 8,4 persen.
Selanjutnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mencatat 6,5 persen, sedangkan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memperoleh 5,7 persen.
Pada indikator kepuasan terhadap kinerja di kelompok bidang ekonomi, Bahlil juga menempati posisi teratas dengan angka 31,1 persen. Ia diikuti Airlangga Hartarto sebesar 4,5 persen dan Widiyanti Putri Wardhana sebesar 2 persen.
Meski demikian, angka popularitas dan kepuasan kinerja merupakan indikator yang berbeda. Tingginya tingkat pengenalan publik tidak serta-merta menunjukkan tingkat kepuasan yang sama terhadap seluruh kebijakan yang dijalankan.
Sejumlah Menteri Unggul di Bidangnya
Di luar sektor ekonomi, survei IPO juga memetakan popularitas sejumlah menteri berdasarkan bidang tugas masing-masing.
Pada bidang politik dan keamanan, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mencatat popularitas tertinggi sebesar 28,5 persen. Ia berada di atas Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang memperoleh 21,4 persen serta Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman sebesar 16,9 persen.
Sementara itu, dalam kelompok bidang hukum dan pemberantasan korupsi, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai memperoleh popularitas 15,5 persen. Posisi berikutnya ditempati Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra dengan 12,8 persen, serta Wakil Menteri Koordinator Otto Hasibuan sebesar 6 persen.
Pada sektor sosial dan kesejahteraan masyarakat, Cak Imin mencatat popularitas 61,5 persen. Ia diikuti Zulkifli Hasan sebesar 46 persen dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan 38,3 persen.
Adapun pada bidang pembangunan manusia dan infrastruktur, AHY memperoleh popularitas 64,5 persen. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berada di posisi berikutnya dengan angka 42,9 persen.
IPO Petakan Persepsi Publik terhadap Pemerintahan
Dalam keterangannya, IPO menyebut hasil survei tersebut memperlihatkan bahwa popularitas Bahlil menonjol dibandingkan sejumlah tokoh lain yang masuk dalam pengukuran. Tingginya angka pengenalan publik menunjukkan besarnya eksposur Bahlil di tengah masyarakat yang menjadi responden penelitian.
Survei ini dilakukan untuk memotret opini masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Aspek yang dikaji mencakup penilaian terhadap kinerja pemerintah, arah kebijakan, kepercayaan publik, hingga dinamika politik nasional.
Penelitian dilaksanakan pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden menggunakan metode multistage random sampling. IPO menyebut survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sebesar ±2,9 persen.
Hasil survei ini memberikan gambaran mengenai tingkat pengenalan dan persepsi publik terhadap jajaran menteri Kabinet Merah Putih. Namun, popularitas tetap perlu dibaca secara terpisah dari penilaian menyeluruh terhadap kinerja, efektivitas kebijakan, dan dampak program pemerintah bagi masyarakat. (AM.N-SBR)



















