Asammanis.news, 23 Oktober 2025 – Mengejutkan kinerja Menteri Bahlil. Dua kali disurvei. Semuanya bagus.
Survei kedua, dilakukan oleh Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI). Dia masuk lima besar terbaik di kabinet.
Survei pertama, lebih moncer lagi. Menteri Bahlil terbaik kedua setelah Menteri Purbaya. Index Politca yang menyurvei itu.
Purbaya dan Bahlil bahkan menjadi “top of mind” dengan segala kontroversi keduanya tentunya.
Intinya, di kalangan bawah, rakyat puas atas kinerja Menteri Bahlil.
Pakar Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono angkat bicara soal ini. Dia menjelaskan, Menteri Bahlil berhasil menjalankan peran strategisnya.
Guna menjaga stabilitas sektor energi nasional. Khususnya terkait pasokan dan harga BBM, LPG, serta listrik.
“Selama satu tahun terakhir, tidak ada kenaikan harga BBM dan tarif.Menteri Bahlil cukup efektif menjaga stabilitas energi,” ujar Hendry, dikutip dari DetikJatim.
Bagaimana dengan kalangan atas? Disinilah kurangnya Menteri Bahlil. Banyak “pemain-pemain” subsidi digasak oleh Bahlil.
“Pemain-pemain” ini lalu marah. Menyewa buzer-buzer. Lalu menyerang Menteri Bahlil dimedsos.
Ketika Menteri Bahlil melakukan penataan, nama mereka mendadak hilang. Ada juga cuannya tergerus.
Ada lagi yang memakai jurus tekan-menekan. Dia menakut-nakuti Menteri dengan isu PHK massal. Dia juga menekan dengan lobi-lobi atas. Gak mempan!
Asumsinya, pejabat kita bisa ditekan, dilobi. Gak kuat.Lantas menyerah.
Dulu-dulu mungkin jurus ini efektif. Dia lupa. Kali ini Menterinya lain. Sama sekali lain.
Dia lupa. Menteri Bahlil tak akan bergeming sejengkal pun. Bila itu terkait kepentingan negara dan rakyat kecil.
Dia lupa, Menteri Bahlil yang menyetop ekspor orr nikel. Walau didemo berbulan-bulan dia lupa Menteri Bahlil yang mencabut nyawa 2.000 lebih IUP bermasalah.
Walau dibelakangnya banyak orang-orang besar dan investor-investor besar. Dari negara-negara besar pula.
Atas restu Presiden, Menteri Bahlil juga membagi-bagi lahan tambang untuk ormas keagamaan.
Mereka yang isi otaknya hanya cuan dan cuan. Susah memang memahami kebijakan “pro rakyat” Menteri Bahlil ini.
Maka mafia-mafia ini marah. Sebab tambangnya diambil. Diserahkan ke rakyat. Termasuk sumur-sumur minyak, diserahkan ke rakyat, koperasi, UKM, dan BUMD.
Masih banyak deretan kebijakan populis lain yang membuat elit-elit dan mafioso marah. Marah besar. Besar sekali.
Marahnya pun tidak sekali. Tetapi berkali-kali. Sebab ratusan triliun rupiah, cuannya dikembalikan ke negara.
Itulah Menteri Bahlil. Rakyat puas. Namun elit-mafiosonya yang marah-marah. Marah sampai ke sosmed. Lalu meminta pertolongan para buzer. AM.N-001




















