ASAMMANIS.NEWS – BANDUNG – Pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Jawa Barat menunjukkan tren yang sangat masif.
Berdasarkan data terbaru, wilayah kerja PLN UID Jawa Barat kini menyumbang 22% dari total penjualan listrik EV secara nasional.
Menanggapi fenomena ini, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha Widya Putra, melakukan peninjauan langsung terhadap infrastruktur pengisian daya di Jawa Barat, baru-baru ini.
Dalam kunjungan tersebut, Hangga berkoordinasi dengan jajaran manajemen PLN UID Jawa Barat guna memastikan kesiapan layanan bagi pengguna EV.
Hingga Desember 2025, PLN tercatat telah mengoperasikan 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis, termasuk penyediaan unit Ultra Fast Charging di seluruh rest area jalur tol Trans-Jawa.
Hangga memberikan apresiasi atas langkah agresif PLN dalam membangun infrastruktur kelistrikan.
Menurutnya, fleksibilitas lokasi SPKLU menjadi keunggulan utama dalam mempercepat dekarbonisasi dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.
“Ketenagalistrikan adalah jantung penggerak ekonomi. Dengan pasokan listrik di Jawa Barat yang sudah 33% berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT), ekosistem ini harus terus dikembangkan agar investor tetap tertarik menanamkan modal di Indonesia,” ujar Hangga dalam pernyataan yang diterima redaksi, Minggu (18/1/2026).
Performa SPKLU di Jawa Barat tercatat melonjak tajam. Manajer PLN UP3 Bandung, Donna Sinatra, mengungkapkan bahwa hingga akhir tahun 2025, terjadi 400.625 kali transaksi pengisian daya dengan total energi mencapai 9.481.373 kWh.
“Tren ini tumbuh sebesar 298% dibandingkan tahun sebelumnya. Di wilayah Bandung sendiri, merek BYD mendominasi populasi EV sebesar 75%, disusul oleh Wuling sebesar 20%,” papar Donna.
Guna meningkatkan pengalaman pelanggan, PLN meluncurkan inovasi terbaru pada Desember 2025 berupa Fitur Antrian SPKLU di aplikasi PLN Mobile.
Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan nomor antrian digital dan memantau status ketersediaan stasiun pengisian secara real-time.
Namun, PLN juga mengakui adanya kendala teknis berupa lemahnya sinyal seluler di beberapa titik rest area yang menghambat integrasi aplikasi.
Sebagai solusi, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jabar, Krisantus H. Setyawan, bersama tim mulai menginisiasi metode pembayaran menggunakan E-Money (Tap and Charge).
“Metode ini memungkinkan proses transaksi tetap berjalan cepat tanpa bergantung sepenuhnya pada sinyal seluler. Kami juga menyiagakan layanan SPKLU Mobile bagi pelanggan yang mengalami kondisi darurat baterai rendah di perjalanan,” ujar Krisantus.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan PLN, Hangga dalam penyataannya, berharap penggunaan kendaraan ramah lingkungan serta transportasi umum berbasis listrik akan menjadi gaya hidup di masyarakat.
“Seperti MRT dan Whoosh akan semakin menjadi gaya hidup masyarakat demi masa depan Indonesia yang lebih bersih,” tuttupnya. AM.N-SBR




















