ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menyatakan impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia tetap dalam kondisi aman meskipun terjadi penutupan Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia.
Dalam flayer resmi yang dirilis DPP Partai Golkar, disebutkan bahwa sekitar 20,1 juta barel minyak per hari atau setara 20 persen konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz. Meski dampak global dinilai signifikan, Indonesia disebut tidak bergantung penuh pada jalur tersebut.
Berdasarkan data komposisi impor minyak RI, sekitar 20–25 persen pasokan berasal dari kawasan Timur Tengah. Sementara itu, 75–80 persen impor minyak Indonesia berasal dari kawasan non-Timur Tengah seperti Afrika, Amerika Serikat, Brasil, dan negara lainnya.
“Indonesia tidak bergantung penuh pada jalur Hormuz,” demikian keterangan dalam flayer tersebut.
Untuk status pasokan BBM dalam negeri, disebutkan bahwa bensin RON 90–98 tidak diimpor dari kawasan Timur Tengah. Sumber pasokan berasal dari Asia Tenggara dan negara non-Timur Tengah lainnya, serta distribusi dipastikan berjalan normal.
Sementara untuk solar (diesel), disebutkan bahwa Indonesia tidak lagi melakukan impor. Pasokan dalam negeri diperkuat dengan aktifnya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sejak Januari 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam pernyataannya menegaskan kondisi tetap terkendali.
“Impor bensin RON 90–98 tidak dari Middle East. Solar sudah selesai. Ini tidak ada masalah,” ujar Bahlil sebagaimana dikutip dalam flayer tersebut.
Partai Golkar menyebut pemerintah telah menyiapkan strategi antisipasi untuk menjaga stabilitas energi nasional, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. AM.N-SBR


















