AsamManis.News, Ambon; Inspirasi dan gagasan pembaruan yang dibawa Danik Eka Rahmaningtiyas menggema dalam Dialog Diaspora Kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Maluku.
Kegiatan bertema “Aktualisasi Kader Diaspora Muhammadiyah Maluku di Bumi Raja-Raja” ini tidak hanya menjadi ruang konsolidasi lokal, tetapi juga merefleksikan peran strategis kader Muhammadiyah dalam menjawab tantangan di tingkat nasional.
Digelar di kawasan Teluk Ambon, Jumat (10/04) malam, dialog ini dihadiri kader dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah.
Suasana diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, mencerminkan semangat intelektual serta kesiapan kader muda dalam mengambil peran yang lebih luas.
Dalam pemaparannya, Danik yang merupakan anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK SDI) menekankan bahwa fenomena diaspora kader Muhammadiyah merupakan potensi besar bagi kontribusi bangsa, asalkan diiringi dengan kejelasan arah dan kualitas diri.
“Diaspora kader Muhammadiyah harus menjadi kekuatan strategis. Di mana pun berada, kader harus mampu menunjukkan kapasitas, integritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kader Muhammadiyah tidak boleh ragu dalam menentukan pilihan hidup, baik di bidang politik, ekonomi, pendidikan, maupun sektor lainnya.
Menurutnya, keberanian mengambil peran menjadi kunci dalam mendorong perubahan di berbagai lini kehidupan.
“Kita harus mampu meyakinkan publik bahwa kader Muhammadiyah memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing secara nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, Danik menjelaskan bahwa MPKSDI memiliki tanggung jawab strategis dalam memperkuat sistem perkaderan Muhammadiyah, mulai dari pembinaan ideologi hingga pengembangan kepemimpinan dan profesionalisme kader.
Dialog ini juga diperkaya dengan kisah inspiratif perjalanan hidup Danik.
Asal Jember pada 25 April 1987 dan tumbuh di lingkungan sederhana, ia kemudian menapaki perjalanan kepemimpinan hingga tingkat nasional. Keputusannya hijrah ke Jakarta menjadi bagian dari upaya memperluas kontribusi dan jejaring.
Sebagai mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Danik pernah membawa organisasi tersebut meraih penghargaan internasional Ten Accomplished Youth Organization di Bangkok, Thailand, pada 2012—sebuah capaian yang menunjukkan daya saing kader Muhammadiyah di kancah global.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan prinsip hidup yang menjadi pegangannya: No Risk No Gain. No Gain Without Spirit and Struggle. Pesan ini menjadi penegasan bahwa generasi muda harus berani mengambil risiko, terus berkarya, dan aktif berperan dalam perubahan bangsa.
“Jika ingin perubahan, jangan menunggu. Ambil bagian sekarang juga,” pesannya yang disambut antusias peserta.
Kegiatan ini dimoderatori oleh Muhammad Fahrul Kaisuku dari BPH Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, serta dihadiri kader dari Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah wilayah Maluku.
Dialog Diaspora ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi kader sekaligus menegaskan posisi strategis kader Muhammadiyah sebagai bagian dari kekuatan generasi muda yang siap berkontribusi bagi kemajuan daerah dan Indonesia secara keseluruhan.***


















