ASAMMANIS.NEWS – JAKARTA – Inovasi digital mitigasi bencana geologi milik Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia), kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Aplikasi yang dikembangkan secara mandiri oleh putra-putri Badan Geologi itu berhasil meraih penghargaan Honourable Mention dalam ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Delivering Inclusive and Equitable Services to Leave No One Behind, sekaligus menempatkan MAGMA Indonesia sebagai salah satu dari 12 inisiatif pelayanan publik terbaik dunia. Prestasi ini diraih setelah menyisihkan sekitar 700 inovasi dari 62 negara yang mengikuti seleksi UNPSA 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan dari PBB menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari birokrasi Indonesia mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat global.
“Alhamdulillah, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berhasil meraih penghargaan di tingkat internasional melalui inovasi MAGMA dengan memperoleh Honourable Mention pada UNPSA 2026. Dari kurang lebih 700 aplikasi yang berasal dari 62 negara, PBB hanya memberikan penghargaan kepada 12 inisiatif terbaik dunia dan MAGMA menjadi salah satu penerimanya,” ujar Lana usai menerima penghargaan di Tbilisi, Georgia, Kamis (25/6) waktu setempat.
Lana menghadiri seremoni penghargaan didampingi Kepala PVMBG Rita Susilawati serta perwakilan tim inovator, Dr. Devi Kamil. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi Badan Geologi untuk terus mengembangkan teknologi mitigasi bencana yang semakin akurat dan adaptif.
“MAGMA Indonesia dirancang 100 persen oleh putra-putri terbaik Badan Geologi dengan satu tujuan utama, yakni menyelamatkan nyawa dan meminimalkan dampak bencana. Pengakuan internasional ini menjadi pelecut semangat bagi kami untuk terus menghadirkan fitur mitigasi yang lebih presisi dan interaktif,” katanya.
MAGMA Indonesia merupakan platform digital yang menyediakan informasi kebencanaan geologi secara cepat, akurat, dan quasi-real-time. Aplikasi ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mitigasi bencana geologi di Indonesia sekaligus mendukung keselamatan dunia penerbangan internasional melalui penyediaan informasi aktivitas gunung api dan potensi bahaya geologi lainnya.
Melalui platform tersebut, masyarakat, pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan dapat memantau perkembangan aktivitas gunung api, potensi gerakan tanah, serta berbagai ancaman bencana geologi lainnya sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan lebih dini.
MAGMA juga dilengkapi berbagai fitur unggulan, seperti Volcanic Activity Report (VAR) yang menyajikan laporan terkini aktivitas gunung api, Community Reporting System yang memungkinkan masyarakat melaporkan kejadian bencana secara langsung, hingga informasi Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB). Selain itu, tersedia peta digital berbasis algoritma yang membantu pengguna mengukur jarak aman dari lokasi bencana sehingga penyebaran informasi dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
Penghargaan dari PBB melengkapi deretan prestasi yang sebelumnya telah diraih MAGMA Indonesia. Pada 2017, aplikasi ini masuk dalam Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Nasional, sementara pada 2023 memperoleh predikat Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Keberadaan MAGMA dinilai semakin strategis mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) yang memiliki tingkat kerawanan geologi tinggi. Indonesia tercatat memiliki 127 gunung api aktif serta berpotensi menghadapi berbagai bencana geologi, mulai dari letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, hingga gerakan tanah.
Keberhasilan MAGMA Indonesia pada UNPSA 2026 sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menghadirkan inovasi pelayanan publik berkelas dunia. Kementerian ESDM berharap capaian tersebut dapat menginspirasi instansi pemerintah lainnya untuk terus mengembangkan layanan digital yang inovatif, berdampak nyata bagi masyarakat, serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di Tanah Air. (AM.N-SBR)

















