ASAMMANIS.NEWS – AMBON – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengajak Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon untuk tampil sebagai mitra strategis pemerintah yang tidak hanya lantang mengkritik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan Kota Ambon.
Pesan itu disampaikan saat menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) HMI Cabang Ambon Periode 2026–2027 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Baru di Gedung Ashari Ambon, Jumat (17/7).
Mengusung tema “Konsolidasi HMI untuk Kemajuan Umat dan Bangsa”, kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerak HMI dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bodewin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan dan rapat kerja yang dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat legitimasi kepengurusan baru sekaligus menyusun program kerja yang sistematis, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kota Ambon dan seluruh masyarakat, saya mengucapkan selamat kepada Ketua Umum beserta seluruh jajaran Pengurus HMI Cabang Ambon Periode 2026–2027. Jalankan amanah ini dengan dedikasi, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Bodewin.
Menurutnya, Kota Ambon saat ini terus bergerak melakukan pembenahan di berbagai sektor. Namun, pemerintah masih dihadapkan pada sejumlah tantangan besar, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan angka pengangguran, penguatan ekonomi kreatif dan digital, pengelolaan sampah dan lingkungan, peningkatan pelayanan publik berbasis digital, hingga menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman.
Karena itu, Bodewin menegaskan bahwa pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan yang memiliki kekuatan intelektual dan moral.
“Pemerintah Kota tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan keterlibatan, kepedulian, dan kontribusi nyata dari semua pihak. HMI, dengan kapasitas intelektual, moral, dan sosial yang dimilikinya, harus mengambil bagian dalam ruang pengabdian untuk membangun Ambon,” tegasnya.
Ia pun mengajak HMI untuk memperkuat perannya sebagai organisasi yang mampu mengawal kebijakan publik secara objektif dan ilmiah.
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Kami ingin HMI menjadi mitra yang kritis sekaligus solutif. Kritik yang disampaikan harus berbasis kajian ilmiah dan diikuti dengan alternatif solusi yang konstruktif. Pemerintah Kota Ambon siap menerima setiap masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, Wali Kota mengingatkan seluruh kader HMI agar tetap menjaga independensi organisasi, menjunjung tinggi objektivitas, serta tidak kehilangan jati diri di tengah dinamika sosial dan politik.
Ia berharap HMI terus melahirkan generasi muda yang cerdas, moderat, berintegritas, dan berdaya saing, dengan tetap merawat nilai-nilai persaudaraan khas Maluku seperti Pela-Gandong sebagai fondasi menjaga persatuan.
Rapat Kerja HMI Cabang Ambon Periode 2026–2027 kemudian dibuka secara resmi melalui pemukulan tifa oleh Wali Kota Ambon, disaksikan para alumni HMI, perwakilan organisasi Cipayung Plus, serta sejumlah tamu undangan yang hadir.
Dengan semangat kolaborasi yang dibangun, Pemerintah Kota Ambon berharap HMI tidak hanya menjadi pengawal demokrasi, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang aktif menghadirkan gagasan dan solusi demi kemajuan Kota Ambon. (AM.N-MS)



















