ASAMMANIS.NEWS – AMBON, MALUKU – Pemerintah Provinsi Maluku terus mendorong percepatan transformasi digital dengan memperkuat sinergi bersama Telkomsel. Penguatan kerja sama diarahkan pada perluasan infrastruktur telekomunikasi, pengembangan jaringan 5G, pemerataan konektivitas hingga wilayah 3T, serta penguatan keamanan data pemerintah daerah.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Maluku bersama jajaran pimpinan dan manajemen Telkomsel Maluku, Kamis (10/9/26).
Pertemuan yang dipimpin Kepala Dinas Kominfo Maluku, Titus F. L. Renwarin, bersama jajaran Bidang Keamanan Data dan Informasi serta Bidang Statistik Sektoral itu menjadi momentum mengevaluasi kolaborasi yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir sekaligus menyusun arah pengembangan konektivitas ke depan.
Kolaborasi tersebut selama ini mencakup perluasan jangkauan jaringan, percepatan transformasi digital, hingga penyediaan solusi konektivitas bagi masyarakat, termasuk di kawasan terpencil.
Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah permintaan penambahan jaringan 5G di kawasan strategis Pemprov Maluku dan Lapangan Merdeka Ambon.
Pemprov Maluku telah menyerahkan surat permohonan resmi kepada Telkomsel agar pengembangan teknologi 5G dapat diperluas. Saat ini, layanan 5G Telkomsel telah tersedia di tiga titik utama Kota Ambon, yakni Bandara Pattimura, Lapangan Merdeka, serta kawasan Talake atau GraPARI Telkomsel.
Pemerintah berharap penambahan jaringan 5G dapat memperoleh persetujuan dari manajemen pusat Telkomsel sehingga kawasan strategis pemerintahan dan ruang publik di Ambon semakin siap menghadapi kebutuhan digital yang terus berkembang.
Penguatan jaringan juga tidak hanya menyasar kawasan perkotaan. Telkomsel terus memperluas cakupan layanan ke sejumlah wilayah terpencil dan daerah 3T, termasuk Buru Selatan, Pulau Seram, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur hingga Maluku Barat Daya.
Kerja sama tersebut turut mendukung digitalisasi sektor pemerintahan dan pelayanan publik melalui berbagai kebutuhan konektivitas, termasuk program Paket ASN Pemprov Maluku serta dukungan bagi sektor pendidikan dan pariwisata.
Pemprov Maluku juga berencana berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mengoptimalkan pemanfaatan sekitar 812 menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah Maluku.
Optimalisasi aset tersebut dinilai penting agar infrastruktur telekomunikasi yang sudah tersedia dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan geografis.
Tidak hanya berbicara soal jaringan, Pemprov Maluku dan Telkomsel juga menaruh perhatian pada aspek keamanan data dan informasi.
Dinas Kominfo bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) terus melakukan identifikasi terhadap potensi celah keamanan pada situs dan sistem informasi pemerintah daerah. Penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) juga terus didorong, salah satunya melalui penerapan tanda tangan elektronik.
Langkah tersebut akan diperkuat dengan rencana implementasi aplikasi pengawasan aktivitas siber yang memungkinkan pemerintah mendeteksi potensi ancaman lebih dini sekaligus memantau aktivitas keamanan digital di lingkungan pemerintahan.
Dengan semakin besarnya ketergantungan pelayanan publik terhadap sistem digital, keamanan informasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda transformasi digital Pemprov Maluku.
Di sektor pengelolaan data, Pemprov Maluku juga terus mengembangkan portal Lawamena Satu Data yang dapat diakses publik melalui lawamena.malukuprov.go.id.
Portal tersebut menyajikan data sektoral daerah yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun kalangan akademisi. Data yang tersedia juga mulai terintegrasi dengan sejumlah sumber nasional, antara lain data Badan Pusat Statistik (BPS), informasi harga pangan dari Kementerian Perdagangan, serta aplikasi perencanaan SEPAKAT Bappenas.
Ke depan, integrasi akan diperluas dengan data SIPD serta pemetaan tenaga kesehatan dan penyakit berbasis wilayah melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan.
Penguatan integrasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan data yang lebih akurat dan terkoneksi sebagai dasar pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Pemprov Maluku menilai transformasi digital tidak cukup hanya dengan membangun jaringan internet. Konektivitas harus dibarengi keamanan siber, tata kelola data yang baik, serta integrasi sistem pemerintahan agar teknologi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui sinergi dengan Telkomsel dan dukungan berbagai kementerian/lembaga, Maluku terus diarahkan menuju ekosistem digital yang lebih terkoneksi, aman, dan mampu menjangkau masyarakat hingga pelosok kepulauan. (***)



















